Pencarian

BYD Seal Terbakar di Tol Cipali, Kemendag Turun Tangan Panggil Agen Pemegang Merek

Minggu, 06 September 2026 • 12:24:01 WIB
BYD Seal Terbakar di Tol Cipali, Kemendag Turun Tangan Panggil Agen Pemegang Merek
Kementerian Perdagangan memanggil PT BYD Motor Indonesia untuk meminta klarifikasi terkait insiden kebakaran satu unit BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Juli 2026.

KILASKINI.COM — Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) memanggil PT BYD Motor Indonesia pada 13 Agustus 2026. Pemanggilan tersebut dilakukan guna menuntut klarifikasi atas terbakarnya satu unit sedan listrik BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Juli 2026 lalu.

Pemerintah menyoroti kepastian perlindungan hak konsumen serta investigasi penyebab kebakaran yang hingga kini belum rampung. Kendaraan pengganti memang telah diserahkan pabrikan asal Tiongkok tersebut kepada pemilik mobil pada 8 Agustus 2026.

Tuntutan Evaluasi Menyeluruh dari Regulator

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag, Immanuel Tarigan Sibero, menegaskan investigasi komprehensif mutlak dilakukan meski penyelesaian awal terhadap konsumen telah terealisasi.

"Respons cepat terhadap konsumen merupakan hal yang penting. Konsumen telah mendapatkan kendaraan pengganti, sementara proses pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh dan menjadi dasar evaluasi serta perbaikan ke depan," ujar Immanuel.

Kemendag mengimbau para pemilik mobil listrik BYD yang mendapati kendala teknis serupa agar melapor melalui call center pabrikan atau saluran pengaduan Direktorat Pemberdayaan Konsumen.

Kerusakan 70 Persen Hambat Investigasi

Hingga kini, penyebab pasti munculnya api pada sedan bertenaga baterai itu masih menjadi tanda tanya. Investigasi forensik membutuhkan waktu lebih panjang lantaran fisik mobil mengalami kehancuran parah setelah terbakar di jalan tol.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengonfirmasi tingkat kerusakan unit telah melampaui 70 persen. Kondisi tersebut menyulitkan tim teknisi mengurai pemicu awal api pada komponen kendaraan.

Seluruh beban kerugian material unit yang terbakar dilimpahkan ke pihak asuransi. Di sisi lain, BYD mengklaim sistem proteksi internal mobil bekerja sebelum kobaran membesar.

Sistem Keamanan Aktif dan Fasilitas Mobil Pengganti

Menurut pemaparan manajemen BYD, pengemudi sempat mendeteksi adanya malafungsi kendaraan sesaat sebelum api menjalar, sehingga proses evakuasi diri berlangsung tanpa korban.

"Prioritas kita adalah keamanan pelanggan. Dan pada saat itu dengan sistem keamanan yang kita miliki, tidak ada korban jiwa yang terjadi," tutur Luther.

Luther membeberkan kronologi saat sensor membaca malafungsi.

"Customer juga sempat untuk keluar dari kendaraannya karena sistem dari kendaraan juga telah menunjukkan adanya sesuatu yang tidak normal," kata Luther.

Pihak diler merespons laporan darurat dalam kurun kurang dari satu jam usai panggilan masuk ke call center. Konsumen terdampak sempat diberikan unit pinjaman sementara sebelum akhirnya menerima mobil pengganti permanen.

"Saya perlu beritahukan bahkan saat ini yang bersangkutan telah menggunakan kembali produk BYD. Saya rasa sekitar tidak lebih dari dua minggu kemudian masih tetap percaya, tetap menggunakan produk BYD," pungkas Luther.

Sumber: achmadnurhidayat.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks