Pencarian

Supriyono Prima Soroti Inkonsistensi Identitas Permainan Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 15 September 2026 • 16:09:01 WIB
Supriyono Prima Soroti Inkonsistensi Identitas Permainan Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Pengamat sepak bola Supriyono Prima menyoroti inkonsistensi identitas permainan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.

KILASKINI.COM — Kritik tajam datang dari Supriyono Prima menjelang laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9). Ia menyoroti ketidakstabilan performa tim sejak periode FIFA Series hingga persiapan turnamen regional tersebut.

Ketergantungan Serangan pada Dony Tri Pamungkas

Menurut Supriyono, masalah utama terletak pada kurangnya variasi taktis ketika ruang gerak pemain kunci terbatas. Ia secara spesifik merujuk pada peran winger kiri, Dony Tri Pamungkas, yang sering menjadi satu-satunya opsi penetrasi.

"Ketika buntu, mau masuk di area tengah itu kreativitasnya seperti apa. Ketika Dony [Tri Pamungkas] tidak memiliki banyak ruang, opsi berikutnya seperti apa?" ujar Supriyono saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (15/9) siang.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pembagian tugas antarpemain di lapangan, terutama dalam membongkar low block atau pertahanan penuh lawan, belum terlihat jelas. Inkonsistensi gaya main ini dinilai berisiko jika terjadi kebuntuan di laga krusial nanti.

Miliano Jonathans sebagai Solusi Variasi Serangan

Supriyono melihat potensi perbaikan signifikan jika Miliano Jonathans pulih dari cedera tepat waktu. Pemain muda ini dianggap mampu memberikan dimensi baru dalam serangan melalui kemampuan dribel dan umpan silang yang akurat.

"Dia [Miliano] punya bola, cutting inside ke dalam dengan kaki kiri. Dia punya kecepatan, ada eksplosifnya juga," ucap pengamat tersebut.

Ia bahkan menyamakan gaya bermain Miliano dengan legenda Belanda, Arjen Robben, yang dikenal mahir melakukan gerakan memotong ke dalam (cutting inside) untuk membuka peluang gol. Kehadiran Miliano diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sisi kiri saja.

Sistem Lebih Penting daripada Absennya Diaspora

Mengenai kegagalan Indonesia di Piala AFF sebelumnya, Supriyono menolak narasi yang menyalahkan absennya tujuh pemain diaspora. Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah soal sistem, bukan sekadar kumpulan bintang individual.

"Sepak bola itu sistem. Mau siapa pun yang main, kalau sistemnya sudah benar, sebenarnya aman. Jangan sampai ketergantungan ke pemain tertentu jadi alasan kegagalan," ungkapnya.

Bukti pendukung argumennya adalah dominasi permainan yang sempat ditunjukkan Tim Merah Putih saat kalah 1-0 dari Bulgaria di ajang FIFA Series. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tanpa kehadiran sejumlah nama besar, struktur permainan tetap bisa berjalan efektif jika fondasi taktisnya kuat.

Timnas Indonesia kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan stabilitas tersebut saat menjamu Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di fase grup. Konsistensi antara latihan dan pertandingan resmi akan menjadi penentu apakah identitas era Herdman akhirnya terbentuk atau justru tenggelam oleh kritik publik.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks