Pencarian

Imigrasi-KCIC Integrasikan Tiket Whoosh di All Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 08:00:31 WIB
Imigrasi-KCIC Integrasikan Tiket Whoosh di All Indonesia
Penandatanganan kerja sama integrasi tiket Whoosh di layanan All Indonesia oleh Dirjen Imigrasi dan Dirut KCIC di Jakarta.

KILASKINI.COM — Penumpang internasional yang tiba di Indonesia kini bisa memesan tiket kereta cepat Whoosh langsung melalui layanan All Indonesia mulai 16 Oktober 2026. Integrasi ini menggabungkan proses deklarasi kedatangan dengan pembelian tiket transportasi dalam satu akses digital.

Direktorat Jenderal Imigrasi menggandeng PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk mempermudah penumpang internasional memesan tiket Whoosh menuju Bandung atau Karawang. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Jakarta.

Penumpang yang telah mengisi deklarasi kedatangan melalui All Indonesia dapat langsung mengakses tautan pemesanan tiket Whoosh di layanan tersebut. Tidak perlu lagi membuka aplikasi atau situs terpisah untuk membeli tiket kereta cepat.

Mengapa Integrasi Ini Penting

Hendarsam menyebut kolaborasi ini sebagai upaya menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern. Tujuannya agar perjalanan penumpang tidak berhenti di meja pemeriksaan imigrasi.

"Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan," kata Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta.

All Indonesia sendiri merupakan layanan yang menyatukan proses keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem digital. Penumpang bisa mengisi deklarasi kedatangan sejak tiga hari sebelum keberangkatan.

Minat terhadap Whoosh Terus Naik

Sejak beroperasi hingga Juli 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 944.087 perjalanan penumpang warga negara asing tercatat menggunakan kereta cepat tersebut.

Angka itu menunjukkan besarnya potensi konektivitas antara pintu masuk internasional dan destinasi di Jawa Barat. Bandung dan Karawang menjadi dua tujuan utama yang terhubung langsung dengan layanan Whoosh.

Ditjen Imigrasi mencatat, hingga Oktober 2026, layanan All Indonesia telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional. Jumlah itu menegaskan posisi All Indonesia sebagai pintu masuk digital utama bagi pelancong asing.

Pertukaran Data dan Pengawasan

Kerja sama ini tidak hanya soal kemudahan tiket. Ditjen Imigrasi dan KCIC juga sepakat melakukan pertukaran data dan informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian.

Pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi. Data penumpang yang mengalir antara kedua institusi digunakan untuk kepentingan pengawasan, bukan komersial.

Hendarsam menegaskan kolaborasi ini bagian dari implementasi semangat "Imigrasi untuk Rakyat". Menurutnya, setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman," ujarnya.

Dengan integrasi ini, penumpang internasional yang baru turun dari pesawat bisa langsung memesan tiket Whoosh tanpa hambatan administrasi tambahan. Perjalanan dari bandara menuju Bandung atau Karawang pun menjadi lebih praktis dalam satu alur digital.

Sumber: voi.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks