Pencarian

KAI Ubah Jadwal KA Majapahit, Pejuang PJKA Keberatan

Rabu, 04 November 2026 • 08:00:31 WIB
KAI Ubah Jadwal KA Majapahit, Pejuang PJKA Keberatan
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penjelasan terkait penyesuaian jadwal kereta dalam Gapeka 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

KILASKINI.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan perubahan jadwal kereta dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang berlaku 1 Desember 2026 tidak bisa memuaskan semua pihak. Keluhan terbesar datang dari penumpang yang bergantung pada perjalanan Jumat sore, termasuk komunitas Pergi Jumat Kembali Ahad (PJKA). KAI menyiapkan sejumlah alternatif perjalanan agar mobilitas penumpang tetap terjaga.

Jakarta — Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba menyatakan pihaknya telah mendengarkan keluhan pelanggan atas penyesuaian jadwal Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dalam Gapeka 2026. Salah satu perubahan yang paling disorot adalah keberangkatan KA Majapahit relasi Pasar Senen–Malang, yang semula pukul 17.40 WIB menjadi 14.15 WIB dari Stasiun Pasar Senen.

Pergeseran jam itu membuat penumpang yang biasa berangkat selepas jam kantor pada Jumat kesulitan mengejar kereta. Kelompok yang menyebut diri pejuang PJKA paling terdampak karena pola perjalanan mereka memang bergantung pada keberangkatan sore.

"Kami memahami grafik perjalanan kereta ini pasti tidak bisa memuaskan semua pihak," ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Opsi Perjalanan Pengganti bagi Penumpang

KAI tidak hanya menyampaikan permintaan maaf. Perusahaan pelat merah itu menyiapkan sejumlah opsi perjalanan lain sebagai alternatif bagi penumpang yang jadwalnya bergeser. Anne menyarankan calon penumpang memeriksa relasi dan nama kereta terlebih dahulu sebelum membeli tiket.

"Kami bisa pastikan banyak pilihan perjalanan kereta, baik itu pagi, siang, dan juga sore dan malam sehingga kami sarankan melihat relasi terlebih dahulu, mengambil relasi baru kita melihat nama keretanya," kata Anne.

Menurut dia, langkah tersebut memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih waktu keberangkatan yang paling sesuai. Penumpang yang biasa naik KA Majapahit sore, misalnya, dapat beralih ke layanan lain dengan waktu tempuh dan rute serupa.

Kapasitas Angkut Naik, Jumlah Kereta Bertambah

Perubahan jadwal dalam Gapeka 2026 bukan tanpa alasan. Anne menyampaikan penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan layanan, termasuk menambah sejumlah perjalanan KAJJ. Kapasitas angkut ikut naik seiring bertambahnya jumlah kereta yang dioperasikan.

"Dalam penerapan Gapeka ini kapasitas angkutnya naik. Artinya jumlah kereta bertambah. Jadi, relasi perjalanan penting sekali kita cek sehingga kita bisa ada alternatif lain di luar dari kereta yang biasanya kita gunakan," tutur Anne.

KAI juga mengatur ulang waktu tempuh dan frekuensi perjalanan KAJJ. Perusahaan menambahkan sejumlah stasiun pemberhentian, di antaranya Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara, sehingga jangkauan layanan makin luas bagi penumpang di kawasan penyangga Jakarta.

Proyeksi Penumpang Naik 8–12 Persen per Tahun

Penyesuaian Gapeka 2026 mengikuti proyeksi kenaikan pengguna jasa kereta sebesar 8 persen hingga 12 persen setiap tahun. Angka itu menjadi dasar KAI menata ulang pola operasi agar layanan tetap mampu menampung pertumbuhan permintaan.

"Pola-pola operasi ini yang kami lakukan, kita bisa maksimalkan untuk bisa tetap melayani dengan operation excellence, safety, dan juga on time performance-nya," ujar Anne.

Bagi penumpang, konsekuensinya jelas: jadwal lama tidak lagi sepenuhnya berlaku, dan mengecek ulang relasi sebelum berangkat menjadi langkah wajib. KAI memastikan masukan penumpang tetap menjadi bahan evaluasi, meski penerapan Gapeka 2026 berjalan sesuai jadwal pada 1 Desember 2026.

Perubahan grafik perjalanan memang kerap memicu gesekan di awal penerapan. Bagi KAI, tantangannya bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga memastikan penumpang menemukan pengganti yang setara ketika jadwal favorit mereka bergeser.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks