Pencarian

Grab Fokus AI dan Asia Tenggara Usai Akuisisi Foodpanda Taiwan Diblokir

Rabu, 04 November 2026 • 08:20:31 WIB
Grab Fokus AI dan Asia Tenggara Usai Akuisisi Foodpanda Taiwan Diblokir
Grab mengalihkan fokus pertumbuhan ke Asia Tenggara dan investasi AI setelah akuisisi Foodpanda Taiwan diblokir.

KILASKINI.COM — Grab Holdings mengalihkan strategi pertumbuhan ke pasar Asia Tenggara dan investasi kecerdasan buatan setelah rencana akuisisi bisnis pengiriman makanan Foodpanda di Taiwan senilai sekitar US$ 600 juta diblokir Komisi Perdagangan Adil Taiwan. Perusahaan asal Singapura itu juga menaikkan proyeksi pendapatan dan EBITDA 2026 seiring kinerja kuartal terakhir yang melampaui perkiraan analis.

Kepala Keuangan Grab Peter Oey mengatakan perusahaan akan memperbesar belanja investasi di bidang AI serta dukungan bagi mitra pengemudi dan pedagang. Langkah itu diambil setelah jalur ekspansi lewat akuisisi di Taiwan tertutup.

Komisi Perdagangan Adil Taiwan memblokir transaksi pada Oktober dengan alasan kekhawatiran persaingan usaha. Nilai kesepakatan saat itu sekitar US$ 600 juta.

Mengapa Grab Memilih Pertumbuhan Organik

Oey menyebut ekspansi non-organik sulit diprediksi sehingga perusahaan memilih fokus pada hal yang bisa dikendalikan. Grab tetap membuka peluang masuk ke pasar lain, tetapi prioritas saat ini adalah pertumbuhan organik di Asia Tenggara.

"Perubahan non-organik sangat sulit diprediksi. Jadi kami sangat fokus pada apa yang dapat kami kendalikan, dan itu adalah pertumbuhan organik bisnis," kata Oey, dikutip Wall Street Journal.

Sinyal itu sejalan dengan pernyataan perusahaan bahwa dukungan bagi pengemudi dan pedagang mitra menjadi bagian dari penguatan bisnis utama. Persaingan dan tekanan regulasi di kawasan menjadi alasan di baliknya.

EBITDA Kuartal Terakhir Naik 74% ke US$ 237 Juta

Kinerja keuangan Grab pada kuartal terakhir melampaui konsensus analis. EBITDA yang disesuaikan naik 74% menjadi US$ 237 juta, di atas perkiraan rata-rata analis US$ 194,2 juta berdasarkan data Bloomberg.

Pendapatan tumbuh 27% menjadi US$ 1,1 miliar, kurang lebih sesuai perkiraan pasar. Penambahan sekitar tiga juta pengguna bulanan pada kuartal hingga September 2026 mengangkat total pengguna bulanan menjadi 57 juta.

Perusahaan juga mencatat kemitraan dengan platform lain untuk merambah bisnis gim dan drama pendek. Tujuannya agar pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi Grab.

Target Pendapatan 2026 Naik ke US$ 4,2 Miliar

Grab menaikkan proyeksi pendapatan tahun ini menjadi US$ 4,15 miliar hingga US$ 4,2 miliar. EBITDA yang disesuaikan diproyeksikan mencapai US$ 800 juta.

Angka itu lebih tinggi dibanding perkiraan Agustus 2026, ketika perusahaan menargetkan pendapatan US$ 4,15 miliar dan EBITDA disesuaikan hingga US$ 740 juta.

Sumber: katadata.co.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks