KILASKINI.COM — PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan 837 SPBU sebagai Green Energy Station untuk menopang ekosistem motor listrik nasional, dengan 112 titik pengisian daya dan 122 titik penukaran baterai yang sudah beroperasi. Langkah ini diambil melalui kerja sama dengan PLN dan Len Industri dalam program Motor Listrik Nasional (Molinas).
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan fasilitas pengisian daya (charging) serta penukaran baterai (swapping) untuk motor listrik. Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, menyebut langkah ini sebagai upaya perusahaan mengambil peran dalam transisi energi nasional, khususnya di sektor transportasi roda dua.
Fokus pada Infrastruktur Hilir
Eko menjelaskan, keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam proyek Molinas akan berfokus pada penyediaan infrastruktur hilir. Perusahaan memanfaatkan jaringan SPBU dan titik ritel strategis miliknya untuk diintegrasikan dengan fasilitas charging dan swapping motor listrik.
Hingga kini, 837 SPBU Pertamina telah dikembangkan menjadi Green Energy Station (GES). Dari jumlah itu, sebanyak 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station sudah tersedia di SPBU untuk melayani kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.
"Transformasi SPBU menjadi Green Energy Station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat," ungkap Eko Ricky dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Mengapa Kolaborasi Lintas BUMN Penting
Eko menegaskan, kolaborasi ini ingin memastikan transisi menuju kendaraan listrik tidak berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja. Ekosistem energi yang andal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah menjadi syarat agar adopsi motor listrik benar-benar berjalan.
"Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah," ujar Eko Ricky.
Target Kemandirian Industri dan Penurunan Emisi
Sinergi tiga pilar BUMN ini diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri. Program Molinas juga diproyeksikan mendukung target pemerintah menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih," ucap Eko Ricky.
Bagi pengguna motor listrik, perluasan jaringan GES berarti titik pengisian daya dan penukaran baterai makin mudah dijangkau di berbagai wilayah. Kolaborasi Pertamina, PLN, dan Len Industri menempatkan infrastruktur energi sebagai fondasi utama pengembangan kendaraan listrik nasional, bukan sekadar penjualan unit kendaraan.