Pencarian

IHSG Sepekan Terkoreksi 7,0% ke 5.057, Kapitalisasi Pasar Turun ke Rp8.862 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 08:40:31 WIB
IHSG Sepekan Terkoreksi 7,0% ke 5.057, Kapitalisasi Pasar Turun ke Rp8.862 Triliun
IHSG ditutup melemah 7,0 persen ke level 5.057,050 pada akhir pekan perdagangan 26–30 Oktober 2026.

KILASKINI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.057,050 pada akhir pekan perdagangan 26–30 Oktober 2026, turun 7,0 persen dari posisi 5.439,258 sepekan sebelumnya. Koreksi indeks sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar BEI sebesar 7,52 persen menjadi Rp8.862 triliun, dari Rp9.583 triliun. Investor asing masih mencatatkan jual bersih, menambah tekanan di pasar saham domestik.

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 7,52 persen menjadi Rp8.862 triliun dibandingkan Rp9.583 triliun pada pekan sebelumnya. Pelemahan indeks dan kapitalisasi pasar terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang juga menurun di hampir semua indikator utama.

Pada perdagangan Jumat (30/10), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp138,71 miliar. Sepanjang 2026, akumulasi jual bersih investor asing sudah mencapai Rp97,921 triliun.

"Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp97,921 triliun," tutur Elsierra, Sabtu (31/10/2026).

Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Anjlok 29,49 Persen

Penurunan indeks dibarengi dengan koreksi aktivitas perdagangan harian di BEI selama periode 26–30 Oktober 2026. Rata-rata nilai transaksi harian turun 29,49 persen menjadi Rp14,339 triliun, dari Rp20,34 triliun pada pekan sebelumnya.

Indikator lain juga mengalami penyesuaian:

  • Rata-rata frekuensi transaksi harian terkoreksi 20,99 persen menjadi 1,54 juta kali transaksi, dari 1,95 juta kali transaksi.
  • Rata-rata volume transaksi harian turun 18,85 persen menjadi 32,428 miliar saham, dari 39,959 miliar saham.
  • Kapitalisasi pasar BEI menyusut 7,52 persen menjadi Rp8.862 triliun.

Angka-angka itu menunjukkan minat transaksi yang mengendur bersamaan dengan pelemahan harga saham. Bagi pelaku pasar, kombinasi indeks turun dan nilai transaksi menipis biasanya mencerminkan sikap wait and see investor terhadap arah pasar berikutnya.

Tekanan Jual Asing Masih Jadi Faktor Utama

Jual bersih investor asing senilai Rp138,71 miliar pada Jumat (30/10) menutup pekan dengan sentimen negatif. Sepanjang tahun berjalan, posisi asing masih net sell Rp97,921 triliun, angka yang jauh lebih besar dari koreksi indeks pekan ini saja.

Arus keluar dana asing menjadi salah satu faktor yang membebani IHSG. Ketika investor asing konsisten menjual, likuiditas pasar menipis dan harga saham cenderung tertekan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang biasa menjadi incaran investor institusi.

Penurunan rata-rata nilai transaksi harian hingga 29,49 persen memperkuat gambaran bahwa pasar sedang kehilangan tenaga beli. Frekuensi transaksi yang turun 20,99 persen menandakan jumlah transaksi yang dilakukan investor per hari juga berkurang, bukan hanya nilainya.

BEI Fokus Perkuat Integritas dan Tata Kelola Pasar

Di tengah koreksi sejumlah indikator, BEI menyatakan komitmennya untuk memperkuat integritas, transparansi, dan tata kelola pasar modal. Langkah yang ditempuh mencakup penyempurnaan kebijakan, pengembangan infrastruktur perdagangan, serta inovasi produk dan layanan.

Menurut BEI, berbagai inisiatif tersebut diharapkan menciptakan pasar modal Indonesia yang lebih kredibel, kompetitif, dan berdaya saing global. Kontribusi berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional juga menjadi bagian dari tujuan yang disasar.

Bagi investor, pernyataan itu perlu dibaca sebagai sinyal jangka panjang, bukan obat instan untuk tekanan jual yang sedang berlangsung. Koreksi indeks 7,0 persen dalam sepekan dan jual bersih asing yang masih berlanjut menjadi ukuran nyata kondisi pasar saat ini.

Pemantauan pada pekan berikutnya akan bergantung pada apakah arus jual asing mereda dan apakah nilai transaksi harian kembali menguat. Tanpa dua hal itu, ruang pemulihan indeks masih terbatas.

Sumber: rctiplus.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks