Pencarian

Kementerian Pertanian Pakai Strategi Dua Jalur Genjot Produksi Bawang Putih

Minggu, 01 November 2026 • 08:01:01 WIB
Kementerian Pertanian Pakai Strategi Dua Jalur Genjot Produksi Bawang Putih
Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet memaparkan arah kebijakan produksi bawang putih nasional di Jakarta, Sabtu (31/10).

KILASKINI.COM — Kementerian Pertanian menyiapkan strategi dua jalur untuk menaikkan produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan, mencakup percepatan budidaya lewat pendampingan petani dan penguatan riset terapan. Langkah ini diambil karena target swasembada bawang putih yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto mesti dicapai dalam tiga tahun ke depan. Keberhasilannya akan menentukan seberapa jauh ketergantungan Indonesia pada bawang putih impor bisa ditekan.

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menyatakan program pengembangan bawang putih harus berpijak pada kesiapan pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar potensi yang belum teruji. Pernyataan itu disampaikan Alim di Jakarta, Sabtu (31/10), saat memaparkan arah kebijakan produksi bawang putih nasional.

Menurut Alim, skala program yang besar menuntut kepastian bahwa teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar mampu mendukung pencapaian target. Kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi syarat agar program tersusun terukur dan sesuai kebutuhan petani.

Percepatan Budidaya Jadi Jalur Pertama

Jalur pertama strategi ini menyasar percepatan budidaya. Pemerintah akan menetapkan lokasi pengembangan, menyusun kalender tanam, memetakan kebutuhan petani, hingga menyiapkan pendampingan teknis. Penetapan lokasi dan jadwal tanam dilakukan secara terperinci supaya dukungan pemerintah cocok dengan kondisi di lapangan.

Alim menilai ketersediaan lahan bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Kesiapan petani menerapkan teknik budidaya yang tepat sama pentingnya. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani masuk sebagai bagian inti dari strategi.

"Ini betul-betul mulai baru, sehingga kita membutuhkan keterampilan baru dari petani. Pendampingan budidaya, peningkatan literasi, dan penguasaan teknologi tepat guna menjadi sangat penting," kata Alim.

Riset Terapan Diperkuat untuk Tekan Kehilangan Hasil

Jalur kedua diarahkan pada penguatan riset dan kajian terapan. Cakupannya meliputi pengembangan varietas unggul, perbaikan teknologi budidaya, peningkatan mutu panen, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta efisiensi penggunaan sarana produksi.

Kajian juga menyentuh penanganan pascapanen untuk menekan kehilangan hasil selama penyimpanan dan distribusi. Pengembangan sistem pengemasan dan transportasi turut menjadi perhatian agar mutu bawang putih tetap terjaga sampai ke pasar.

Alim menegaskan inovasi yang dipilih harus benar-benar siap diterapkan. "Yang kita butuhkan adalah inovasi yang betul-betul siap diterapkan, bukan yang masih sebatas potensi. Karena skalanya besar, kita harus memastikan teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar bisa mendukung pencapaian target," ujarnya.

Kemitraan dan Kepastian Pasar Disiapkan Sejak Awal

Peningkatan produksi dinilai tidak cukup tanpa jaminan penyerapan hasil panen. Kementerian Pertanian mendorong pembangunan ekosistem usaha bawang putih yang menempatkan kemitraan, kejelasan peran tiap pihak, serta dukungan kebijakan dan regulasi sebagai fondasi sejak awal.

Dengan skema itu, kenaikan produksi diharapkan berjalan seiring kepastian pemasaran sehingga manfaat ekonominya sampai ke petani. "Kita ingin membangun ekosistem yang baik. Kemitraannya harus jelas, termasuk apa yang akan dikerjakan dan hasil yang ingin dicapai. Kebijakan dan regulasi pendukungnya juga perlu disiapkan," tutur Alim.

Melalui dua jalur tersebut, Kementerian Pertanian memadukan pendampingan petani, pemanfaatan teknologi siap pakai, riset terapan, dan penguatan kemitraan usaha. Kombinasi ini diposisikan sebagai fondasi menuju swasembada bawang putih dalam tiga tahun, sekaligus penentu apakah produksi domestik mampu mengimbangi kebutuhan pasar yang selama ini masih dipasok impor.

Sumber: voi.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks