Pencarian

Kisah Emma Donasi 57 Liter ASI untuk Bayi di Bank ASI Birmingham

Selasa, 27 Oktober 2026 • 09:00:31 WIB
Kisah Emma Donasi 57 Liter ASI untuk Bayi di Bank ASI Birmingham
Emma, ibu di Inggris, mendonasikan sekitar 57 liter ASI ke Bank ASI Birmingham setelah merawat bayi bernama Bert yang lahir dengan sindrom Down dan atresia esofagus.

KILASKINI.COM — Seorang ibu di Inggris berhasil mengumpulkan sekitar 57 liter ASI untuk disumbangkan ke bank ASI Birmingham. Di balik angka itu ada kisah Bert, bayi yang lahir dengan sindrom Down dan atresia esofagus. Pengalaman merawat Bert membuat Emma memahami betapa berharganya ASI donor bagi bayi-bayi di unit neonatal.

Kisah Emma diberitakan BBC News dalam laporan berjudul "Mum's 100 pints for Human Milk Bank in Birmingham as Donors Sought". Laporan itu juga menyoroti kebutuhan bank ASI akan lebih banyak pendonor.

Siapa Bert dan Mengapa ASI Donor Berarti Baginya

Bert lahir pada November 2025 di Princess Royal Hospital, Telford. Ia memiliki sindrom Down dan atresia esofagus, kelainan bawaan yang membuat kerongkongan tidak tersambung normal ke lambung.

Kondisi itu membuat Bert sulit menerima makanan lewat jalur biasa. Ia butuh penanganan medis khusus sejak awal kehidupannya. Bagi Emma dan keluarganya, mendampingi tumbuh kembang Bert menjadi perjalanan yang menuntut perhatian ekstra.

Dari Pengalaman Pribadi ke Keputusan Mendonasikan ASI

Di tengah perawatan Bert, Emma menyadari produksi ASI-nya melimpah. Ia melihat banyak ibu lain kesulitan memerah ASI untuk bayinya.

"Saya duduk di sana sambil berpikir bahwa saya akan memiliki banyak sekali ASI untuk dibagikan. Saya melihat banyak ibu yang benar-benar kesulitan memerah ASI mereka. Jadi, saya memutuskan untuk mendonasikan ASI saya bagi bayi-bayi lain di unit perawatan neonatal," ujar Emma, dikutip dari BBC.

Donasi Emma membantu menyediakan ASI donor bagi bayi yang tidak cukup mendapat ASI ibu kandung. Ia menyebut keputusan itu sebagai kehormatan tersendiri.

"Mengetahui bahwa saya dapat membantu ibu lain, para orang tua, dan bayi-bayi mungil yang berada dalam situasi serupa dengan kami merupakan sebuah kehormatan yang nyata," sambungnya.

Mengapa Bank ASI Butuh Lebih Banyak Pendonor

Ketersediaan ASI donor bergantung pada ibu menyusui yang memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan bank ASI. Tanpa pendonor cukup, stok untuk bayi berisiko tinggi bisa menipis.

ASI donor tidak bisa diberikan sembarangan. Bank ASI memeriksa calon pendonor, memastikan pengumpulan dan penyimpanan higienis, lalu memprosesnya untuk menekan risiko penularan infeksi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI donor yang telah dipasteurisasi bagi bayi dengan berat lahir sangat rendah bila ASI ibu kandung tidak tersedia atau tidak mencukupi. AAP menegaskan keamanan ASI donor bergantung pada pemeriksaan pendonor, proses penyimpanan yang tepat, dan pasteurisasi lewat bank ASI berstandar.

Berbagi ASI secara informal tanpa pemeriksaan dan pengolahan memadai tidak dianjurkan. Risikonya berupa paparan bakteri, virus, atau zat tertentu pada bayi penerima.

Langkah Aman bagi Ibu yang Ingin Mendonasikan ASI

Ibu yang tertarik menjadi pendonor sebaiknya menghubungi bank ASI atau tenaga kesehatan lebih dulu. Dari sana, ibu bisa mengetahui persyaratan kesehatan dan alur pendonoran yang berlaku.

Prosedur ini melindungi dua pihak sekaligus: pendonor dan bayi penerima. ASI yang lolos pemeriksaan bank ASI baru bisa disalurkan ke unit neonatal atau bayi yang membutuhkan.

Pengalaman menyusui tiap ibu memang berbeda. Emma menemukan cara mengubah pengalaman merawat Bert menjadi bantuan nyata bagi keluarga lain yang menghadapi situasi serupa.

Sumber: haibunda.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks