BKKBN Sulsel dan LAZ Hadji Kalla Bedah 10 Rumah Keluarga Berisiko Stunting, Rp 40 Juta per Unit di Gowa

Peletakan batu pertama bedah rumah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) oleh BKKBN Sulsel bersama LAZ Hadji Kalla di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (23/8/2026).
Penulis: Wahyu
Senin, 24 Agustus 2026 | 03:12:31 WIB

GOWA — Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama LAZ Hadji Kalla menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp 400 juta untuk 10 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang tersebar di Sulawesi Selatan. Dua unit rumah di antaranya berada di Kabupaten Gowa, dan peletakan batu pertama pembangunan dilakukan di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Minggu (23/8/2026).

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digagas untuk menekan angka stunting melalui perbaikan lingkungan tinggal keluarga.

Rumah Sehat sebagai Intervensi dari Hulu

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, menyebut persoalan stunting tidak bisa dilihat hanya dari asupan gizi. Kondisi rumah, sanitasi, pola asuh, akses layanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga ikut menentukan tumbuh kembang anak.

“Stunting tidak cukup kita tangani ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Kita harus bergerak dari hulu, memastikan keluarga memiliki lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, asupan gizi yang cukup, dan pola asuh yang tepat,” jelasnya.

Fatmawati menegaskan, bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Rumah yang sehat menjadi tempat anak tumbuh, belajar hidup bersih, dan membangun masa depannya.

Anggaran Rp 40 Juta per Rumah untuk 10 Keluarga

Melalui dukungan LAZ Hadji Kalla, setiap keluarga sasaran mendapatkan bantuan bedah rumah senilai Rp 40 juta. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 400 juta untuk 10 unit rumah di Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Gowa sendiri, terdapat dua rumah yang akan dibedah dalam program ini. Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa Sofyan Daud, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kamaruddin Samad, Camat Bontonompo Syahrir Salam, serta Kepala Desa Manjapai Baharuddin.

Prevalensi Stunting Sulsel Turun, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Data SSGI menunjukkan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan tercatat 27,4 persen pada 2023, kemudian menurun menjadi 23,3 persen pada 2024. Tren perbaikan ini dinilai masih membutuhkan kerja bersama agar berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah daerah, desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita perkuat,” tegas Fatmawati.

Ia menambahkan, GENTING diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan memastikan keluarga sasaran tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan mereka. Dukungan dari sektor swasta seperti LAZ Hadji Kalla menjadi contoh intervensi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. “Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi membangun masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Reporter: Wahyu