Kaltim Expo 2026 Ditutup, Pemprov Samarinda Dorong UMKM dan Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
SAMARINDA — Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana, menegaskan semangat pembangunan ekonomi tidak ikut berakhir saat Kaltim Expo 2026 resmi ditutup. Ia menyebut antusiasme pengunjung yang memadati Atrium Bigmall Samarinda selama lima hari menjadi indikator bahwa produk dan potensi daerah memiliki daya tarik nyata di mata publik.
“Hari ini memang akhir, namun semangat membangun kita belum berakhir,” ujar Yana dalam sambutannya, Minggu (23/8/2026) malam.
UMKM Diminta Perkuat Kualitas Produk
Yana mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk tidak berhenti pada keberhasilan pameran. Menurutnya, eksplorasi potensi dan peningkatan kualitas produk menjadi syarat mutlak agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bukan hanya di lingkup lokal Kaltim.
Dorongan serupa ditujukan kepada pelaku sektor pariwisata dan dunia investasi. Keduanya dinilai memiliki peran strategis dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi daerah setelah gelaran tahunan ini usai.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Naik Kelas
Pemprov Kaltim menilai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata. Ekosistem yang kuat harus dibangun di atas kolaborasi antara UMKM, pelaku usaha besar, investor, dan masyarakat.
“Pelaku usaha, UMKM, dunia investasi, pemerintah dan masyarakat ini harus terus dibangun, karena kita harus terus bertemu dan saling berkaitan,” jelas Yana.
Ia juga mengajak warga untuk membuktikan kebanggaan terhadap produk lokal melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Dukungan tersebut menjadi bahan bakar bagi pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi.
“Bangga terhadap produk Kaltim bukan hanya berhenti pada slogan,” tegasnya.
Apresiasi Peserta: Daftar Pemenang Stand Terbaik
Penutupan Kaltim Expo 2026 dirangkai dengan pengumuman pemenang berbagai kategori stand. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, inovasi, dan kemampuan peserta dalam menyajikan informasi serta produk.
Untuk kategori Stand Desain Terbaik, juara pertama diraih SKK Migas Balikpapan, disusul Bank Kaltimtara di posisi kedua, dan Kabupaten Mahakam Ulu di posisi ketiga. Sementara itu, kategori Stand Terinformatif dimenangkan oleh Diskominfo Kaltim, dengan Pemkab Kutai Timur dan Rumah Sakit Mata Kaltim sebagai juara kedua dan ketiga.
Pada kategori Stand Terinovatif, Dinas Pariwisata Kaltim keluar sebagai juara pertama. Posisi berikutnya ditempati Dinas Kesehatan Kaltim dan DPPKUKM Kabupaten Kutai Barat. Adapun kategori Stand Terkreatif diraih DPMPD Kaltim, disusul DPKH Kaltim dan DPPKUKM Samarinda. TP PKK Kaltim dinobatkan sebagai Stand Favorit.
Yana berharap Kaltim Expo dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dampak yang dihasilkan bagi perekonomian Kalimantan Timur. Ajang ini dinilai menjadi ruang pertemuan strategis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat fundamental ekonomi daerah.