NasDem Sulsel Yakin Tambah 7 Kursi DPRD dan 2 Kursi DPR RI pada Pemilu 2029
MAKASSAR — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, mematok target penambahan kursi yang disebutnya realistis untuk Pemilu 2029. Partai besutan Surya Paloh ini ingin menambah tujuh kursi di DPRD Sulsel, dari 17 menjadi 24, serta dua kursi DPR RI dari 5 menjadi 7.
Target itu disampaikan Syaharuddin di sela-sela bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota se-Sulsel di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (30/8/2026).
Modal 14 Tahun Konsolidasi
Keyakinan mencapai target itu bukan tanpa dasar. Syaharuddin menyebut struktur dan infrastruktur partai di Sulsel telah dibangun selama 14 tahun terakhir, bukan dalam waktu singkat.
"Kita bergerak membangun kekuatan ini sudah 14 tahun. Bukan dibangun dalam waktu satu atau dua hari. Kita sudah lama keliling konsolidasi di daerah," tuturnya.
Karena itu, kata dia, target 24 kursi DPRD dan 7 kursi DPR RI sudah melalui perhitungan yang matang dan pertimbangan yang mendalam.
Rincian Target: 24 Kursi DPRD Sulsel dan 7 Kursi DPR RI
"Untuk DPRD Sulsel saat ini 17 kursi kita mau tambah jadi 24 kursi. Sementara DPR RI dari 5 kursi minimal bertambah jadi 7 kursi," kata Syaharuddin Alrif.
Dari target tersebut, NasDem Sulsel berharap mampu menambah lima kursi dibanding perolehan sebelumnya di DPRD provinsi, dan dua kursi tambahan di DPR RI.
Bimtek Jadi Wadah Evaluasi dan Strategi
Kegiatan bimtek kali ini dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota legislatif, menyatukan informasi kepartaian, serta mempererat koordinasi antar kader. Syaharuddin menuturkan, rutinitas ini menjadi bagian penting dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.
"Peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin politik partai. Semakin sering kader melakukan konsolidasi, diskusi, dan peningkatan kapasitas, maka semakin banyak pengetahuan dan pola komunikasi baru yang dapat diterapkan di tengah masyarakat," ujarnya.
Dalam forum yang sama, NasDem juga membahas beragam persoalan internal. Syaharuddin menyebut masalah yang muncul akan dicarikan solusi langsung.
"Kalau ini dilakukan, maka masalah yang muncul dalam pertemuan begini kita selesaikan. Konsolidasi yang di mana titik lemah, kita perkuat," demikian Syaharuddin Alrif.