Pencarian

Festival Kampung Klasik di Malang Hadirkan Puluhan Anjungan Budaya Jatim, dari Osing hingga Madura Bawean

Kamis, 27 Agustus 2026 • 20:28:01 WIB
Festival Kampung Klasik di Malang Hadirkan Puluhan Anjungan Budaya Jatim, dari Osing hingga Madura Bawean
Pengunjung menaiki perahu di anjungan Suku Madura Bawean pada Festival Kampung Klasik di Merjosari, Malang, Kamis (27/8/2026).

Puluhan anjungan budaya khas Jawa Timur tampil dalam Festival Kampung Klasik di Merjosari, Malang, yang digelar selama empat hari hingga Minggu (30/8/2026). Ajang ini menjadi sarana edukasi bagi keluarga untuk mengenal tradisi Nusantara, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini.

MALANG — Suasana sore di kawasan Merjosari, Kota Malang, berubah menjadi miniatur Jawa Timur. Puluhan anjungan bertema khas daerah, mulai dari Osing, Madura, hingga Mataraman, berdiri memenuhi area Festival Kampung Klasik yang resmi dibuka Kamis (27/8/2026).

Pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mengajak anak-anak menaiki perahu di anjungan Suku Madura Bawean. Aktivitas itu menjadi salah satu daya tarik utama yang menyajikan nuansa bahari khas kepulauan di utara Jawa Timur tersebut.

Edukasi Budaya untuk Keluarga Muda

Festival yang berlangsung sejak Kamis hingga Minggu (30/8) ini tidak sekadar pameran. Setiap anjungan dirancang untuk merepresentasikan kekayaan budaya Jawa Timur secara utuh, mulai dari arsitektur, kuliner, hingga tradisi keseharian masyarakat setempat.

Kehadiran anjungan Osing dan Mataraman memberikan perspektif berbeda tentang dinamika budaya di wilayah tapal kuda dan pesisir selatan. Pengunjung bisa membandingkan langsung ragam visual dan filosofi dari tiap kebudayaan dalam satu lokasi.

Menanamkan Nasionalisme Lewat Pengalaman Langsung

Panitia menegaskan bahwa pendekatan berbasis pengalaman ini dipilih agar pengenalan tradisi tidak terasa monoton. Anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan properti dan replika, sehingga proses belajar berjalan lebih organik.

Kegiatan semacam ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap menggeser minat generasi muda terhadap akar budaya lokal. Dengan menghadirkan suasana kampung klasik secara fisik, festival ini mencoba menjawab tantangan tersebut.

Pameran budaya ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir pekan. Masyarakat yang belum sempat hadir di hari pembukaan masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung keberagaman budaya Jawa Timur hingga Minggu mendatang.

Sumber: jatim.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks