KILASKINI.COM — Rombongan pemain Wild Horse Nine mendarat di Venesia menggunakan water taxi pada Kamis (28/8) untuk mempresentasikan film garapan sutradara peraih Oscar itu kepada media global. John Malkovich, Sam Rockwell, Steve Buscemi, dan Parker Posey tampil kompak dalam sesi jumpa pers sebelum pemutaran perdana malam harinya. Satu nama yang absen dari deretan pemain pendukung adalah Tom Waits—kehadirannya jelas dirindukan.
Sinopsis: Dua Agen CIA dan Misi Terselubung di Pulau Paskah
Wild Horse Nine mengikuti Chris (Malkovich) dan Lee (Rockwell), dua agen CIA senior yang bertugas di Santiago pada 1973, tepat sebelum kudeta militer di Chili. Mereka dikirim ke Pulau Paskah oleh kepala biro mereka, MJ (Buscemi), untuk mendukung operasi rahasia AS melemahkan pemerintahan Chili yang terpilih secara demokratis.
Latar surreal Pulau Paskah dengan patung Moai yang monumental menjadi panggung bagi Chris dan Lee untuk menghadapi masa lalu kelam mereka. Proyek ini digarap Blueprint Pictures bersama Graham Broadbent, Pete Czernin, dan Anita Overland sebagai produser. Sinematografer langganan McDonagh, Ben Davis, kembali dipercaya memegang kamera.
Kritik McDonagh atas CIA dan Gema Politik Masa Kini
McDonagh mengaku tak berniat menjadikan film ini komentar atas geopolitik kontemporer. Namun, ia menyadari Wild Horse Nine terasa relevan setelah aksi militer AS di Venezuela dan penculikan Presiden Nicolas Maduro pada awal 2025. Yang menarik baginya justru perbedaan pendekatan antara era yang ia gambarkan dengan pemerintahan AS sekarang.
"Salah satu hal yang menakutkan adalah mereka sepertinya tidak merahasiakannya lagi," kata McDonagh. "Seperti di tahun 70-an, setidaknya orang-orang yang mengerikan ini punya kecerdasan untuk merahasiakan tindakan mereka, tapi sekarang semuanya terasa semakin bodoh."
Meski demikian, sang sineas menegaskan fokus utamanya tetap pada peristiwa 1973 di Chili. "Ketika saya menulis dan membuat film ini, tujuannya bicara tentang Chili saat itu," jelasnya. "Tapi menontonnya sekarang, sepertinya ada komentar tentang geopolitik masa kini. Ini tidak disengaja, tapi banyak hal datang secara alami ketika Anda terbuka pada materi semacam ini."
Ia juga menyoroti sejarah kelam CIA yang jarang dipertanyakan publik. "Saya tertarik pada kebenaran tentang apa yang CIA lakukan selama 50-60 tahun terakhir, dan hal-hal buruk yang mereka lakukan di seluruh dunia," ungkapnya. "Film ini juga menyentuh Guatemala, Kongo, dan Teluk Babi. Kita tahu KGB seperti apa, tapi mungkin kita tidak cukup mempertanyakan aktivitas CIA."
Lokasi Syuting yang Membekas dan Kolaborasi Panjang dengan Rockwell
Proses syuting di Pulau Paskah meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kru. "Kami bersenang-senang di pulau itu," kenang McDonagh. "Setiap dari kami merasa terbantu secara spiritual oleh tempat itu." Parker Posey pun mengaku tak percaya bisa mengunjungi lokasi yang ia sebut "bagian dunia yang mistis".
Wild Horse Nine menandai kolaborasi keempat McDonagh dengan Sam Rockwell. Kerja sama mereka bermula di Broadway pada 2010 lewat drama A Behanding in Spokane, lalu berlanjut di Seven Psychopaths. Rockwell kemudian memenangkan Oscar Aktor Pendukung untuk perannya sebagai polisi tempramental di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri.
"Saya sering memikirkan Sam," ujar McDonagh sambil tertawa. "Saya tidak yakin itu hal yang baik." Peran Rockwell dalam film ini memang ditulis khusus oleh sutradara asal London tersebut.
Setelah debut di Venesia, Wild Horse Nine akan melanjutkan tur festival ke Telluride dan Toronto International Film Festival. Searchlight Pictures memosisikan film ini sebagai andalan utama untuk musim penghargaan akhir tahun. Ini sekaligus menjadi ujian daya tarik McDonagh setelah kesuksesan kritis The Banshees of Inisherin yang meraih sembilan nominasi Oscar pada 2022.