REMBANG — Ratusan pohon palem di jalur protokol Rembang masuk kategori rawan tumbang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang pun mulai menebangnya secara bertahap, dengan prioritas di ruas Jalan Pemuda hingga Perempatan Galonan sejak Senin (7/9/2026).
Kepala DLH Kabupaten Rembang Ika Himawan mengatakan, langkah ini merupakan respons atas laporan masyarakat. Pelepah palem yang kerap jatuh ke badan jalan dan indikasi pengeroposan batang menjadi alasan utama penebangan.
Penyebab Palem di Rembang Harus Ditebang
"Pohon palem usianya sudah terlalu tua dan banyak yang keropos di dalam. Kondisi ini sempat menyebabkan kecelakaan tunggal dan berpotensi menimpa pengendara yang melintas," kata Ika di Rembang, Senin.
Hasil inventarisasi DLH mencatat ada lebih dari 100 pohon palem di sepanjang jalur tersebut yang masuk kategori rawan. Namun, pengerjaan tidak bisa dilakukan serentak.
Keterbatasan Alat, Penebangan Berjalan Bertahap
"Kami potong bertahap karena tenaga dan peralatan terbatas. Saat ini kami hanya menyiagakan satu unit gergaji mesin (chainsaw) dan lima orang petugas, tetapi kami usahakan selesai secepatnya," ujarnya.
Artinya, proses penebangan diperkirakan memakan waktu lebih lama dari biasanya. DLH meminta pengguna jalan memaklumi potensi gangguan arus lalu lintas selama pengerjaan berlangsung.
Respons Pengguna Jalan dan Harapan ke Depan
Langkah preventif ini mendapat sambutan positif dari warga. Abdul, salah seorang pengguna jalan, mengaku kerap melihat pelepah palem berjatuhan di area tersebut.
"Ini demi keselamatan pengendara. Kalau memang sudah membahayakan, sudah seharusnya ditebang," kata Abdul.
Ia berharap DLH tidak berhenti pada penebangan kali ini. Pemantauan rutin terhadap pohon pelindung di tepi jalan dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum menelan korban jiwa.
DLH Rembang telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan selama proses penebangan dan mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan.