Pencarian

ASI Bantu Lawan Resistensi Antibiotik, Ini Penjelasan Studi Terbaru

Jumat, 11 September 2026 • 09:00:32 WIB
ASI Bantu Lawan Resistensi Antibiotik, Ini Penjelasan Studi Terbaru
Bayi menerima ASI eksklusif dalam sebuah studi yang meneliti kaitannya dengan resistensi antibiotik.

KILASKINI.COM — Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri berubah dan berhenti merespons pengobatan yang seharusnya membunuhnya. Dokter anak Dr Harvey Karp menjelaskan prosesnya terjadi bertahap di dalam tubuh.

"Ketika kita menggunakan antibiotik, kita membunuh 99 persen kuman yang sensitif. Tetapi ketika beberapa kuman sedikit lebih kuat dan lebih mampu bertahan hidup dengan dosis antibiotik, mereka tumbuh dengan sangat cepat. Ketika mereka terkena antibiotik lagi, 10 persen kuman terkuatlah yang bertahan hidup," ujarnya, seperti dikutip dari laman Happiest Baby.

Kalau hal ini terjadi berulang kali, bakteri bermutasi dan makin kuat. Bakteri super ini tidak hanya kebal terhadap antibiotik, tapi juga bisa menularkan sifat resistennya ke bakteri lain. Artinya, yang menjadi resisten bukan anaknya, melainkan bakteri di dalam tubuhnya.

Apa Temuan Studi CSIC soal ASI dan Resistensi Antibiotik?

Tim peneliti dari Spain National Research Council (CSIC) meneliti bagaimana komponen tertentu dalam ASI memengaruhi bakteri yang menghuni usus bayi selama bulan-bulan pertama kehidupan. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine.

Menyusui eksklusif dikaitkan dengan kelimpahan dan keragaman gen resistensi antimikroba yang lebih rendah di usus bayi. Penelitian ini menganalisis sampel feses dari 57 bayi berusia satu bulan di Valencia, Spanyol, plus sampel susu dari ibu mereka. Temuan itu kemudian divalidasi dengan data dari 199 bayi menyusui lain di Belanda.

"Menyusui tampaknya jadi strategi efektif dalam mengurangi gen resistensi antimikroba yang ada di komunitas bakteri usus selama tahap krisis dalam perkembangan mikrobiota," jelas M. Carmen Collado, peneliti CSIC di Institute of Agrochemistry and Food Technology (IATA).

Peran HMO dalam Menekan Bakteri Resisten

Kunci mekanismenya ada pada human milk oligosaccharides (HMO), molekul alami dalam ASI yang tidak langsung dicerna bayi. HMO berfungsi sebagai makanan bagi bakteri usus yang bermanfaat dan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota.

Dalam penelitian tersebut, beberapa komponen HMO dikaitkan dengan rendahnya keberadaan gen tertentu yang memberi resistensi terhadap antibiotik.

"HMO bertindak sebagai modulator ekologis mikrobiota usus di mana mereka mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang mampu menggunakannya dan dapat membatasi penyebaran bakteri yang membawa gen resistensi tertentu," kata Collado.

Faktor Lain yang Memengaruhi Resistom Usus Bayi

Cara bayi dilahirkan dan diberi makan turut menentukan komposisi resistom usus, yaitu kumpulan gen resistensi antimikroba pada bakteri usus. Peneliti menemukan perbedaan keragaman gen ini antara bayi yang lahir lewat operasi caesar dan persalinan normal.

Menyusui eksklusif tercatat berkaitan dengan kelimpahan dan keragaman gen resistensi yang lebih rendah. Temuan ini menambah alasan mengapa pemberian ASI—terutama di masa awal kehidupan—layak diupayakan semaksimal mungkin.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Pemberian antibiotik pada bayi tetap harus berdasarkan resep dan evaluasi dokter. Jangan menuntut antibiotik untuk penyakit yang disebabkan virus, seperti flu biasa, karena justru memperbesar risiko resistensi.

Kalau si kecil demam tinggi yang tak turun dalam 2-3 hari, lemas, sulit menyusu, atau ada tanda dehidrasi, segera bawa ke dokter anak. Diskusikan juga riwayat pemberian antibiotik sebelumnya agar penanganan lebih tepat.

Menghadapi ancaman resistensi antibiotik memang butuh kerja sama banyak pihak. Tapi dari rumah, ibu punya dua senjata sekaligus: memberi ASI secara eksklusif dan bijak menggunakan antibiotik hanya saat benar-benar dibutuhkan.

Sumber: haibunda.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks