Pencarian

Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak Sejak Dini

Sabtu, 12 September 2026 • 09:20:31 WIB
Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak Sejak Dini
Petugas Posyandu mengukur tinggi badan balita dalam kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak.

KILASKINI.COM — Angka stunting di Indonesia masih jadi pekerjaan rumah besar. Pemerintah pun menetapkan target penurunan prevalensi stunting menjadi 17,5 persen pada 2026, dan Posyandu dipilih sebagai garda terdepan untuk mewujudkannya.

Bagi ibu muda, Posyandu bukan sekadar tempat menimbang bayi. Di sinilah tumbuh kembang anak dipantau sejak dini, jauh sebelum masalah gizi terlihat jelas.

Mengapa Posyandu Jadi Ujung Tombak?

Posyandu hadir di hampir setiap desa dan kelurahan. Aksesnya dekat, biayanya gratis, dan petugasnya sudah terlatih memantau pertumbuhan anak secara berkala.

Pemantauan rutin memungkinkan deteksi dini masalah gizi. Kalau berat badan anak tidak naik atau lingkar kepalanya tidak sesuai usia, ibu bisa segera mendapat arahan sebelum kondisi memburuk.

Apa Saja yang Dipantau di Posyandu?

Setiap kunjungan, ada beberapa hal yang biasanya dicek petugas:

  • Berat badan dan tinggi badan sesuai usia
  • Lingkar kepala untuk mendeteksi masalah perkembangan
  • Status gizi lewat pengukuran antropometri
  • Pemberian imunisasi dasar lengkap
  • Edukasi gizi dan pola asuh untuk ibu

Data ini dicatat dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Ibu bisa membandingkan grafik pertumbuhan anak dari bulan ke bulan.

Kapan Ibu Perlu Waspada?

Stunting tidak selalu terlihat dari badan anak yang kurus. Anak bisa tampak normal tapi tinggi badannya di bawah standar usianya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut
  • Tinggi badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusia
  • Anak sering sakit atau nafsu makan sangat rendah
  • Perkembangan motorik dan bicara lebih lambat dari teman sebayanya

Kalau ibu melihat tanda-tanda ini, jangan tunggu jadwal Posyandu berikutnya. Segera konsultasi ke bidan atau dokter anak terdekat.

Peran Ibu di Rumah

Posyandu hanya memantau sebulan sekali. Selebihnya, ibu yang jadi kunci di rumah. Pastikan anak mendapat ASI eksklusif hingga 6 bulan, lalu lanjut MPASI bergizi seimbang.

Protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam sangat penting untuk mencegah stunting. Jangan lupa juga jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan agar anak tidak sering diare.

Yuk, Rutin ke Posyandu

Membawa anak ke Posyandu setiap bulan bukan formalitas. Ini investasi kecil yang berdampak besar untuk masa depan anak.

Dengan pemantauan rutin dan gizi yang tepat, ibu bisa membantu anak tumbuh optimal dan terbebas dari risiko stunting.

Sumber: health.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks