Pencarian

Film Jepang 'In My Father’s Room' Laku ke 4 Negara, Tayang Perdana di San Sebastian

Selasa, 15 September 2026 • 16:08:01 WIB
Film Jepang 'In My Father’s Room' Laku ke 4 Negara, Tayang Perdana di San Sebastian
Film Jepang In My Father’s Room telah terjual ke empat negara sebelum tayang perdana di San Sebastian.

KILASKINI.COM — Kabar baik datang dari industri perfilman Asia Timur. Bitters End mengumumkan kesepakatan distribusi internasional untuk drama terbaru mereka, In My Father’s Room. Empat pasar utama telah mengamankan lisensi tayang sebelum film tersebut memulai debut globalnya.

Art House Films mengambil alih distribusi di Prancis, sementara Jinjin Pictures menangani pasar Korea Selatan. Di wilayah berbahasa Mandarin, Sky Digi Entertainment memegang hak tayang untuk Taiwan, dan Edko Films untuk Hong Kong. Langkah agresif ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap potensi komersial dan artistik film garapan Maha Harada.

Debut Sutradara Novelis Best-Seller

In My Father’s Room, yang dikenal di Jepang dengan judul Muyou no Hito, menandai debut penyutradaraan Maha Harada. Harada sendiri merupakan novelis best-seller yang mengadaptasi cerpen karyanya berjudul An Unnecessary Man menjadi naskah layar lebar.

Deretan pemain kelas atas memperkuat daya tarik visual film ini. Aoi Yu (Wife of a Spy) beradu akting dengan Ogata Issey (Onoda, Silence), Nagayama Eita (Monster), dan Watanabe Eri (Shall We Dance?). Kitagawa Yoshio, sinematografer di balik film Evil Doesn’t Exist, bertanggung jawab atas tata kamera yang memukau.

Reaksi Kritikus Internasional

Antusiasme distributor terlihat jelas dari pernyataan Eric Le Bot, Presiden Art House Films. Ia memberikan pujian tinggi terhadap aspek teknis dan naratif film.

"Sebuah film yang benar-benar indah. Saya terpukau oleh komposisi, kontras, dan presisi bingkai gambar. Yang paling saya sukai adalah kemampuannya bergerak secara alami antar berbagai bentuk seni dan merajutnya ke dalam kehidupan sehari-hari," ujar Eric Le Bot.

Ia menambahkan bahwa film ini sangat menyentuh karena keyakinannya bahwa seni adalah pemberi makna dalam hidup. Pujian ini menjadi sinyal kuat bagi calon penonton di Eropa dan Asia bahwa karya ini memiliki kualitas festival yang mumpuni.

Premis Cerita: Mengungkap Kehidupan Ayah yang Terabaikan

Naratif film berpusat pada Satomi, seorang karyawan museum seni. Hidupnya berubah ketika sebuah amplop tiba-tiba datang berisi kunci asing. Kunci tersebut membuka pintu ke kamar peninggalan ayahnya yang meninggal sebulan lalu dalam kesendirian.

Selama menelusuri aktivitas terakhir sang ayah, Satomi menemukan sosok yang selama ini dianggap tidak berguna atau "unnecessary" oleh masyarakat. Namun, ia justru menyadari bahwa ayahnya menemukan ketenangan lewat bahasa, upacara minum teh, dan keindahan kecil yang sering terlewatkan. Proses ini membawa Satomi pada pengakuan akan keanggunan cara ayahnya menjalani hidup.

Jadwal Rilis dan Perjalanan Festival

Setelah tampil di kompetisi San Sebastian, In My Father’s Room dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke Busan International Film Festival (BIFF). Ini menempatkan film tersebut dalam dua sirkuit festival bergengsi Asia-Eropa dalam waktu berdekatan.

Bitters End juga akan menangani rilis lokal di Jepang. Pemutaran di negara asal direncanakan pada Januari 2027. Dua poster resmi telah dirilis untuk membangun antisipasi publik, menampilkan estetika visual yang selaras dengan tema intim dan reflektif film.

Sumber: variety.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks