KILASKINI.COM — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memaksa laga beregu putra Asian Games 2026 berlanjut ke rubber game usai menaklukkan Goh Sze Fei/Mohd R Nur Izzuddin 21-15, 19-21, 21-10 di Gimnasium Kota Ichinoya. Kemenangan ini menyamakan kedudukan Indonesia vs Malaysia menjadi 1-1 setelah partai pertama lewat.
Duel partai kedua beregu putra Asian Games 2026 di Gimnasium Kota Ichinoya, Selasa (22/9), berjalan tiga gim. Fajar/Fikri butuh 40 menit untuk menumbangkan ganda Malaysia tersebut.
Hasil ini membuat Indonesia kembali ke jalur persaingan setelah tertinggal 0-1 dari Malaysia pada pertandingan pertama.
Fajar/Fikri Lepas Kendali di Gim Kedua
Gim pertama berjalan mulus bagi Fajar/Fikri. Setelah unggul 1-0, mereka menjaga jarak hingga skor 8-5.
Interval pertama ditutup dengan keunggulan 11-6. Sempat melesat 12-7, Fajar/Fikri sempat dikejar Goh/Izzuddin menjadi 12-14, lalu 14-15.
Pada poin-poin krusial, Fajar/Fikri kembali menjauh 18-14 dan menutup gim pertama 21-15.
Goh/Izzuddin bangkit di gim kedua. Ganda Malaysia itu unggul 3-1 di awal, lalu menjaga kendali permainan hingga 7-4. Fajar/Fikri sempat mendekat 6-8, tetapi interval kedua milik Goh/Izzuddin 11-7.
Tekanan Fajar/Fikri sempat memangkas jarak menjadi 10-12. Goh/Izzuddin merespons dan menjauh 16-11. Fajar/Fikri sempat menyamakan kedudukan 18-18, namun Goh/Izzuddin mengambil gim kedua 21-19.
Gim Ketiga: Fajar/Fikri Tak Beri Ruang
Rubber game berjalan berbeda. Setelah unggul 2-0 dan sempat disamakan 2-2, Fajar/Fikri kembali menemukan ritme terbaik mereka.
Mereka menjauh 6-2, lalu 8-3. Interval gim ketiga ditutup dengan keunggulan 11-5.
Usai interval, Fajar/Fikri melesat 13-6 dan 15-7. Goh/Izzuddin tidak menemukan cara mengejar perolehan poin lawan.
Fajar/Fikri menutup laga dengan kemenangan 21-10 dan memastikan partai kedua menjadi milik Indonesia.
Pertandingan Ketiga Jadi Penentu
Skor 1-1 membuat pertandingan ketiga beregu putra Asian Games 2026 menjadi penentu. Indonesia menargetkan kemenangan di partai sisa untuk mengunci hasil melawan Malaysia.
Bagi Fajar/Fikri, kemenangan tiga gim ini menjadi modal penting setelah sempat kehilangan gim kedua. Konsistensi di poin krusial gim pertama dan dominasi di gim ketiga menunjukkan kualitas mereka di bawah tekanan.