KILASKINI.COM — Kabar ini disampaikan langsung oleh Zhang Zhuo, General Manager Divisi Penjualan Jaringan Ocean BYD. Kehadiran Great Seagull menegaskan strategi BYD untuk meramaikan segmen hatchback listrik perkotaan yang saat ini mulai padat pemain.
Dari data pendaftaran di China, Great Seagull membawa emblem "Seagull" di pintu bagasinya. Awalnya banyak yang menduga model ini adalah generasi penerus Seagull atau Atto 1 yang masih dijual. Namun, Zhang Zhuo mengklarifikasi bahwa ini adalah model baru yang berdiri sendiri.
Dimensi dan Posisi: Lebih Dekat ke Dolphin daripada Atto 1
Great Seagull hadir dengan panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.650 mm. Angka ini membuatnya 425 mm lebih panjang dari BYD Atto 1, dan hanya 65 mm lebih pendek dari BYD Dolphin.
Dengan proporsi seperti ini, Great Seagull jelas bukan sekadar versi facelift dari model yang lebih kecil. Ia berdiri di kelas tersendiri, menawarkan ruang kabin yang lebih lega dibandingkan Atto 1 namun tetap lebih ringkas dari Dolphin. Mobil ini menggunakan pelek 16 inci dengan ban berukuran 205/60.
Spesifikasi Motor dan Baterai: Satu Varian Tenaga, Dua Pilihan Jarak Tempuh
Berbeda dengan Dolphin yang punya tiga pilihan powertrain, Great Seagull hanya dibekali satu motor listrik dengan tenaga 95 kW. Motor ini disokong baterai LFP besutan FinDreams, anak perusahaan BYD yang fokus pada produksi baterai.
Tersedia dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar CLTC, jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 320-420 km. Kecepatan tertingginya dibatasi di angka 150 km/jam.
Penantang Geely EX2 dan AION UT
Penamaan Great Seagull mengikuti pola seri Dynasty BYD seperti Da Tang (Great Tang) dan Da Han (Great Han). Namun secara posisi pasar, mobil ini akan bertarung langsung dengan Geely EX2 dan GAC Aion UT yang sama-sama menyasar segmen hatchback listrik kompak.
Dengan tenaga 95 kW, Great Seagull berada di posisi menengah. Ia lebih bertenaga dari varian dasar Dolphin yang cuma 70 kW, tapi masih di bawah varian tertinggi Dolphin yang mencapai 150 kW. Artinya, mobil ini lebih fokus pada efisiensi dan kebutuhan harian ketimbang performa puncak.
Yang Perlu Diperhatikan
Belum ada kepastian kapan Great Seagull akan masuk pasar Indonesia. BYD Indonesia selama ini punya pola meluncurkan model global secara bertahap, tapi tanpa konfirmasi resmi, kehadirannya di dalam negeri masih sekadar spekulasi.
Selain itu, jarak tempuh 320-420 km yang diklaim menggunakan standar CLTC biasanya lebih optimistis dibandingkan kondisi nyata di jalan. Pengguna Indonesia yang terbiasa dengan kemacetan dan penggunaan AC intensif perlu menghitung ulang estimasi jarak tempuh hariannya.
Yang jelas, Great Seagull melengkapi lini hatchback listrik BYD. Ia menawarkan opsi di antara Atto 1 yang lebih kecil dan Dolphin yang sudah lebih dulu populer. Tinggal menunggu harga resmi dan konfirmasi ketersediaannya di pasar global.