KILASKINI.COM — Pengumuman strategis ini disampaikan langsung oleh Toyota pada Senin (14/9) di ajang IAA Transportation, pameran kendaraan komersial terbesar dunia yang berlangsung di Hannover, Jerman. Langkah ini menegaskan komitmen pabrikan Jepang dalam pendekatan multi-jalur powertrain, mencakup diesel, listrik murni (BEV), dan hidrogen.
Strategi Multi-Powertrain dan Posisi Pasar
Toyota tidak mengandalkan satu solusi tunggal untuk mencapai netralitas karbon. Versi hidrogen dikembangkan sebagai pelengkap ekosistem energi yang disesuaikan dengan kondisi infrastruktur tiap negara. Sebelumnya, prototipe Hilux FCEV sudah diperkenalkan di Inggris pada 2023.
Berbeda dengan persepsi umum di Indonesia dan Asia Tenggara yang mengenal Hilux sebagai kendaraan hobi atau operasional pribadi, di Eropa model ini akan menjadi alat produksi murni. Divisi Toyota Professional menargetkan segmen B2B secara agresif. Mereka membidik penjualan 200.000 unit kendaraan komersial ringan pada 2030, naik 20 persen dari level 2025, dengan target pangsa pasar 8 persen.
Performa Jarak Tempuh Lebih Dari 400 Km
Data teknis awal menunjukkan keunggulan signifikan dibanding versi listrik murni (BEV). Untuk pasar Eropa, Hilux hidrogen diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar. Kapasitas tarik maksimalnya mencapai 2,5 ton metrik.
Sebagai perbandingan, varian BEV yang diperkenalkan di Bangkok November 2025 memiliki baterai 59,2 kWh dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer. Toyota belum merilis dimensi kendaraan maupun estimasi harga untuk versi hidrogen ini.
- Jenis Powertrain: Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
- Jarak Tempuh: >400 km
- Kapasitas Tarik: 2,5 ton metrik
- Tahun Peluncuran: 2028 (Eropa & Oseania)
Eksistensi Teknologi Fuel Cell Generasi Baru
Di luar Hilux, Toyota juga memamerkan sistem fuel cell generasi terbaru berdaya maksimum 300 kilowatt. Sistem ini dirancang untuk truk berat dan disebut memiliki output serta durabilitas dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan efisiensi bahan bakar naik 20 persen.
Teknologi tersebut akan disuplai ke mitra strategis seperti Scania (Swedia) dan Iveco (Italia) untuk program percontohan. Validasi ketahanan teknologi juga dilakukan melalui jalur motorsport ekstrem. Toyota berencana menurunkan kendaraan berbasis Hilux hidrogen di Reli Dakar, Arab Saudi, pada Januari 2027.
Peluncuran bertahap di Asia sendiri dijadwalkan mulai 2026, namun fokus utamanya tetap pada varian diesel dan BEV. Versi hidrogen dikhususkan hanya untuk wilayah dengan dukungan infrastruktur hidrogen yang lebih matang, yakni Eropa dan Oseania.