Pencarian

Edwin Soeryadjaya Borong 458.100 Saham SRTG, Kepemilikan Naik ke 35,93%

Kamis, 17 September 2026 • 08:40:31 WIB
Edwin Soeryadjaya Borong 458.100 Saham SRTG, Kepemilikan Naik ke 35,93%
Edwin Soeryadjaya membeli 458.100 lembar saham SRTG pada 15 September 2026.

KILASKINI.COM — Kepemilikan Edwin Soeryadjaya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) naik menjadi 4,87 miliar lembar saham atau setara 35,93% usai membeli 458.100 lembar pada 15 September 2026. Aksi borong yang dilakukan Dewan Komisaris Saratoga itu tercatat untuk kebutuhan investasi dengan status kepemilikan langsung. Pembelian berlanjut menandai akumulasi saham SRTG yang sudah berjalan sejak awal September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin kembali menambah porsi kepemilikannya di emiten holding miliknya itu. Pembelian terbaru dilakukan pada sesi 15 September 2026 sebanyak 458.100 lembar saham.

Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan Edwin tercatat mencapai 4,87 miliar lembar saham SRTG atau setara 35,93%. Status kepemilikan saham itu bersifat langsung, dengan tujuan pembelian untuk kebutuhan investasi.

Rangkaian Pembelian Sepanjang September 2026

Aksi akumulasi saham SRTG oleh Edwin bukan kali pertama bulan ini. Sebelumnya, dia tercatat membeli saham pada sesi 10 dan 11 September 2026.

Rincian transaksinya:

  • 4 September 2026: membeli 600.000 lembar di harga Rp1.806 per saham
  • 10 September 2026: membeli 560.000 lembar di harga Rp1.829 per saham
  • 11 September 2026: membeli 458.100 lembar di harga Rp1.798 per saham
  • 15 September 2026: membeli 458.100 lembar, kepemilikan naik ke 35,93%

Hingga 11 September 2026, Edwin tercatat memegang 4,87 miliar lembar saham SRTG atau setara 35,91%. Angka itu naik tipis menjadi 35,93% setelah transaksi 15 September 2026.

Jejak Kekayaan Keluarga Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia periode 2025 versi Forbes. Nilai kekayaan bersihnya kala itu ditaksir mencapai US$1,2 miliar.

Forbes mencatat Edwin merupakan putra mendiang William Soeryadjaya, pendiri konglomerasi Astra International. Pada 1992, William menjual sahamnya di Astra untuk membantu menyelamatkan Bank Summa yang dijalankan anggota keluarganya. Langkah itu membuat kekayaannya habis.

Edwin kemudian membangun kembali kekayaan keluarga melalui Saratoga Investama Sedaya, perusahaan holding yang didirikannya pada 1997. Kini, perusahaan itu menjadi kendaraan investasi utama keluarga Soeryadjaya di pasar modal Indonesia.

Arti Aksi Borong bagi Pemegang Saham SRTG

Penambahan kepemilikan oleh komisaris perseroan kerap dibaca pasar sebagai sinyal keyakinan terhadap prospek emiten. Namun, keterbukaan informasi BEI menegaskan tujuan pembelian murni untuk kebutuhan investasi, bukan bagian dari aksi korporasi tertentu.

Bagi investor ritel, akumulasi saham oleh pemegang saham utama perlu dicermati bersama faktor lain seperti kinerja keuangan dan valuasi. Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Sumber: market.bisnis.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks