Pencarian

7 Tempat Makan Legendaris di Solo yang Wajib Dicoba

Senin, 21 September 2026 • 13:40:30 WIB
7 Tempat Makan Legendaris di Solo yang Wajib Dicoba
Selat Solo Mbak Lies di Serengan menyajikan hidangan perpaduan cita rasa Eropa dan Jawa sejak 1987.

KILASKINI.COM — Solo menyimpan warisan kuliner yang bertahan lintas generasi, dari resep turun-temurun hingga kedai yang tak pernah sepi. Menjelajah kota ini terasa belum lengkap tanpa mencicipi racikan bumbu khas Jawa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Berikut deretan tempat makan legendaris yang bisa jadi target wisata kuliner berikutnya.

Kuliner Solo bukan sekadar urusan kenyang. Setiap kedai menyimpan sejarah panjang, resep yang tak berubah, dan cita rasa yang bikin rindu untuk kembali lagi.

1. Selat Solo Mbak Lies

Kedai ini berdiri sejak 1987 dan jadi salah satu tujuan paling populer untuk mencicipi selat Solo. Hidangan ini memadukan cita rasa Eropa dan Jawa dalam satu piring.

Isinya daging sapi, wortel, buncis, kentang, dan telur rebus yang disiram kuah manis gurih. Lokasinya ada di Jl. Yudhistira No.9, Serengan, dan buka setiap hari pukul 08.00-18.00.

2. Soto Gading

Soto Gading sudah berjualan sejak 1974 dan makin dikenal karena jadi langganan mantan Presiden Jokowi. Kuah beningnya segar dan cocok disantap sebagai sarapan.

Satu mangkuk soto berisi nasi, mie, kentang, dan ayam suwir. Tambahkan sate, tempe goreng, atau perkedel kentang biar makin nikmat. Buka setiap hari pukul 06.00-16.00 di Jl. Brigjen Sudiarto No.75, Joyosuran.

3. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Berdiri sejak 1930, es dawet ini jadi salah satu kuliner paling favorit di Pasar Gedhe Solo. Antreannya selalu panjang, jadi datang lebih pagi kalau tak mau menunggu lama.

Semangkuk es dawet berisi dawet, ketan hitam, cincau, biji selasih, santan, dan lelehan gula jawa. Perpaduan gurih dan manisnya terasa di setiap suapan. Buka pukul 06.00-14.30.

4. Serabi Notosuman Ny. Lidia

Serabi Notosuman sudah ada sejak 1923 dan jadi oleh-oleh khas Solo favorit wisatawan. Keunikannya ada pada proses masak pakai arang.

Setelah matang, serabi digulung lalu dilapisi daun pisang. Paling enak disantap hangat saat sarapan. Lokasinya di Jl. Moh. Yamin No.28, Jayengan, buka pukul 05.00-17.00.

5. Es Krim Tentrem

Kedai es krim ini berdiri sejak 1952 dan masih mempertahankan resep aslinya. Cocok jadi tempat mencari kesegaran di siang hari.

Pilihan rasanya beragam, disajikan dengan wafle, wafer, hingga buah-buahan. Suasananya membawa nostalgia tempo dulu. Buka setiap hari pukul 11.00-21.00 di Jl. Slamet Riyadi No.132, Keprabon.

6. Timlo Sastro

Timlo Sastro sudah ada sejak 1952 dan kini punya dua cabang di Solo. Timlo sendiri berisi sosis solo, telur pindang, jamur kuping, wortel, bihun, dan suwiran ayam.

Semuanya disiram kuah kaldu bening yang segar. Cabangnya ada di Jl. Abdul Muis No.32A, Kepatihan Kulon, dan Jl. Dr. Wahidin No.30, Purwosari.

7. Tengkleng Klewer Bu Edi

Tempat makan ini hadir sejak 1971 dan jadi langganan setelah berbelanja batik di Pasar Klewer. Meski hanya buka beberapa jam, dagangannya sering habis kurang dari dua jam.

Tengkleng terbuat dari potongan daging kambing yang dimasak dengan kuah kuning berempah. Rasanya gurih dengan sedikit pedas, makin nikmat disantap dengan nasi. Buka pukul 12.00-15.30.

Dari selat Solo hingga tengkleng, ketujuh tempat ini membuktikan bahwa kuliner legendaris Solo tak pernah kehilangan pesonanya. Simpan daftarnya untuk perjalanan kuliner berikutnya.

Sumber: tripzilla.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks