KILASKINI.COM — Pameran kesehatan terbesar di Asia Tenggara ini berjalan paralel dengan Seminar Nasional PERSI ke-22 dan Seminar Tahunan Patient Safety ke-20. Tema besar yang diusung, "Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial", menandai pergeseran industri menuju solusi medis presisi dan minim invasif.
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani selaku penyelenggara, Yudha Imam Sutedja, menargetkan kunjungan mencapai 15.000 orang per hari. "Hospital Expo menjadi agenda rutin yang strategis untuk memperkenalkan inovasi terkini, baik pada tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Tiga Inovasi AI yang Menjadi Sorotan
Setidaknya tiga peranti kesehatan berbasis AI akan menjadi pusat perhatian tahun ini. Ketiganya dirancang untuk menjawab kebutuhan akurasi dan efisiensi di layanan kesehatan modern.
- Dental Chair with AI — kursi gigi yang dapat dioperasikan dengan perintah suara (voice command).
- AI-Based Cardiovascular Risk Assessment — pendekatan oculomics yang menganalisis foto retina untuk mendeteksi risiko penyakit jantung secara noninvasif, cepat, dan tanpa radiasi.
- Robotic-Assisted Arthroplasty System — sistem bedah robotik genggam dengan teknologi navigasi untuk membantu dokter ortopedi melakukan operasi penggantian sendi lutut total maupun parsial secara presisi.
Dominasi Perusahaan Lokal dan Ragam Produk Kesehatan
Komposisi peserta tahun ini mencerminkan penguatan industri dalam negeri. Booth perusahaan lokal mencapai 66 persen dari total peserta, sementara 34 persen lainnya merupakan perusahaan internasional dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Kanada, Malaysia, India, Thailand, dan Pakistan.
Produk yang dipamerkan terbagi dalam beberapa kategori besar. Untuk kebutuhan medis dan perawatan pasien, tersedia peralatan anestesi,