KILASKINI.COM — Aksara Asa Nasution, anak kedua Raditya Dika dan Anissa Aziza, baru saja meraih medali di ajang Southeast Asian Mathematical Olympiad. Prestasi bocah yang akrab disapa Aca ini jadi pengingat bahwa kompetisi matematika tingkat Asia bisa jadi wadah tepat untuk anak usia sekolah dasar. Berikut gambaran prestasinya dan hal yang bisa ibu pertimbangkan sebelum mendaftarkan anak ke olimpiade serupa.
Aca adalah anak kedua pasangan Raditya Dika dan Anissa Aziza. Kabar prestasinya dibagikan lewat unggahan di media sosial dan langsung menuai respons hangat dari warganet.
Siapa Aksara Asa Nasution
Aca dikenal sebagai anak yang jarang disorot kamera dibandingkan kakak dan adiknya. Meski begitu, prestasi akademiknya kini justru jadi perhatian tersendiri. Raditya Dika dan Anissa Aziza memang cukup tertutup soal kehidupan sekolah anak-anak mereka.
Nama Aksara sempat muncul di beberapa unggahan keluarga, terutama saat momen liburan atau acara sekolah. Kini namanya mencuat karena capaian di bidang matematika.
Apa Itu Southeast Asian Mathematical Olympiad
Southeast Asian Mathematical Olympiad adalah kompetisi matematika yang diikuti pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Peserta biasanya mengerjakan soal-soal olimpiade dengan tingkat kesulitan di atas kurikulum sekolah reguler.
Kompetisi semacam ini menuntut kemampuan penalaran, logika, dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan rumus. Karena itu, anak yang ikut olimpiade matematika biasanya sudah mendapat latihan khusus di luar jam sekolah.
Manfaat Ikut Olimpiade Matematika untuk Anak
Mengikutkan anak ke kompetisi matematika punya beberapa manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Berikut poin-poin yang perlu ibu tahu:
- Melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis sejak dini.
- Membangun kepercayaan diri anak saat harus bersaing di tingkat regional.
- Membiasakan anak menghadapi soal sulit tanpa cepat menyerah.
- Menambah pengalaman di luar rutinitas sekolah biasa.
Yang perlu diingat, kompetisi bukan tujuan akhir. Anak tetap butuh ruang bermain dan istirahat yang cukup agar tidak kelelahan.
Yang Perlu Ibu Pertimbangkan Sebelum Mendaftarkan Anak
Tidak semua anak cocok langsung dilempar ke kompetisi tingkat Asia. Ada baiknya ibu melihat minat dan kesiapan anak lebih dulu. Anak yang menikmati tantangan matematika biasanya lebih mudah beradaptasi dengan format olimpiade.
Perhatikan juga beban jadwal latihan. Jika latihan menumpuk dan anak mulai enggan, sebaiknya kurangi intensitasnya. Prestasi akademik sebaiknya tumbuh dari rasa ingin tahu, bukan tekanan orang tua.
Kapan Anak Sebaiknya Mulai Ikut Kompetisi
Usia sekolah dasar bisa jadi waktu yang tepat untuk mengenalkan anak pada kompetisi ringan. Mulai dari lomba tingkat sekolah atau kecamatan, lalu naik ke tingkat yang lebih besar jika anak menunjukkan minat.
Jika anak justru menunjukkan tanda stres, mudah marah, atau susah tidur menjelang lomba, sebaiknya konsultasikan dengan guru atau psikolog anak. Kesehatan mental tetap nomor satu.
Prestasi Aca di Southeast Asian Mathematical Olympiad menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dengan dukungan orang tua bisa mencapai hal besar. Bagi ibu yang ingin mengarahkan anak ke jalur serupa, kuncinya ada pada minat anak, latihan yang konsisten, dan dukungan tanpa tekanan berlebihan.