Pencarian

Rupiah Ditutup Melemah 0,32% ke Rp17.753, Tekanan Dolar AS Masih Berlanjut

Jumat, 18 September 2026 • 09:40:31 WIB
Rupiah Ditutup Melemah 0,32% ke Rp17.753, Tekanan Dolar AS Masih Berlanjut
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada Kamis (17/9/2026).

KILASKINI.COM — Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,32% atau 57 poin ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9/2026), seiring tekanan yang melanda sebagian besar mata uang Asia. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan ini dipicu lonjakan indeks dolar AS dan yield obligasi AS pasca pernyataan hawkish Ketua The Fed Warsh. Untuk perdagangan Jumat (18/9/2026), rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS.

Berdasarkan data TradingView, posisi penutupan rupiah pada Kamis sore berada di Rp17.753 per dolar AS. Pelemahan harian tersebut menempatkan rupiah bersama won Korea Selatan sebagai dua mata uang Asia yang tertekan, masing-masing sebesar 0,01% dan 0,23%.

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan. Won Korea Selatan tercatat tertekan paling dalam terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,61%, diikuti ringgit Malaysia yang melemah 0,54%, dolar Taiwan turun 0,27%, peso Filipina melemah 0,02%, dan dolar Hong Kong melemah 0,01%.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Yen Jepang tampil paling perkasa dengan penguatan 0,30%, disusul dolar Singapura menguat 0,13%, rupee India dan baht Thailand masing-masing menguat 0,05%, serta yuan China menguat tipis 0,01%.

Pemicu: Sinyal Hawkish The Fed dan Lonjakan Yield Obligasi AS

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah hingga level Rp17.753 terjadi di tengah lonjakan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut merupakan imbas dari Rapat Dewan Gubernur (FOMC) The Fed semalam.

"Dengan absennya rilis data ekonomi penting, para investor untuk sementara akan memantau ketat pergerakan harga minyak mentah dunia dan imbal hasil obligasi AS," terang Lukman.

Pernyataan hawkish Ketua The Fed Warsh menaikkan ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini. Sinyal keras tersebut memberi tekanan berat pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada minggu depan. Sebelumnya, BI diperkirakan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan.

Pergerakan Pagi: Rupiah di Rp17.739, Indeks Dolar Melemah Tipis

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp17.739 per dolar AS pukul 09.34 WIB. Di saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,03% ke posisi 100,22.

Rupiah diperkirakan bakal bergerak di kisaran Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat (18/9/2026).

Apa yang Perlu Dicermati Investor Menuju RDG BI

Pasar menanti arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia pekan depan di tengah tekanan eksternal yang belum mereda. Bagi investor obligasi, kenaikan yield AS berpotensi mengerek premi risiko surat utang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar valas juga mencermati harga minyak mentah dunia sebagai salah satu faktor penentu pergerakan rupiah jangka pendek. Tanpa rilis data ekonomi domestik yang signifikan, sentimen eksternal diprediksi masih mendominasi arah kurs dalam beberapa sesi ke depan.

Sumber: market.bisnis.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks