Pencarian

Film Resident Evil Baru Raih 96% di Rotten Tomatoes, Disebut Adaptasi Game Terbaik

Jumat, 18 September 2026 • 10:41:01 WIB
Film Resident Evil Baru Raih 96% di Rotten Tomatoes, Disebut Adaptasi Game Terbaik
Film Resident Evil garapan Zach Cregger mencatat skor awal sekitar 96% di Rotten Tomatoes.

KILASKINI.COM — Film Resident Evil garapan Zach Cregger mencatat skor awal sekitar 96% di Rotten Tomatoes berdasarkan puluhan ulasan kritikus. Film yang mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September 2026 ini disebut sejumlah reviewer sebagai adaptasi video game terbaik dan menuai pujian luas dari kalangan gamer.

Zach Cregger memilih pendekatan yang tidak biasa untuk film Resident Evil terbarunya. Alih-alih mengadaptasi langsung plot salah satu game, ia menulis kisah original yang mengikuti Bryan, seorang kurir medis yang diperankan Austin Abrams, ketika perjalanannya menuju Raccoon City berubah menjadi mimpi buruk.

Keputusan itu sempat membuat penggemar skeptis karena tidak menampilkan karakter ikonik seperti Leon S. Kennedy, Claire Redfield, Chris Redfield, ataupun Jill Valentine sebagai tokoh utama. Nyatanya, pendekatan tersebut justru menjadi salah satu bagian yang paling banyak dipuji kritikus dan gamer.

Skor Rotten Tomatoes dan Respons Kritikus

Film ini mencatat skor awal sekitar 96% di Rotten Tomatoes berdasarkan puluhan ulasan kritikus. GameSpot memberikan skor 8/10 dan memuji teror yang ditawarkan film tersebut.

Polygon turut menyoroti keberhasilan film menangkap sensasi fight-or-flight yang dirasakan pemain saat menghadapi berbagai ancaman dalam Resident Evil. Sejumlah reviewer bahkan menilai film ini terasa lebih "Resident Evil" dibanding beberapa adaptasi sebelumnya meski menggunakan cerita dan karakter baru.

Mengapa Cerita Original Justru Berhasil

Cregger, yang sebelumnya menyutradarai Barbarian dan Weapons, membangun film horor tanpa harus mengikuti plot game secara 1:1. Durasi sekitar 90 menit membuat ceritanya bergerak cepat, dengan fokus pada unsur horor, humor, monster, dan ketegangan tanpa bertele-tele.

Alih-alih sekadar memindahkan cerita game ke layar lebar, film ini menghadirkan sensasi survival horror yang menjadi ciri khas Resident Evil. Ketegangan, monster mengerikan, gore, humor gelap, hingga adegan bergaya first-person membuat film terasa seperti sedang memainkan gamenya.

Reaksi Warganet: Pujian dan Kekecewaan

Respons pengguna media sosial tidak sepenuhnya seragam. Sebagian fans masih menyayangkan absennya karakter ikonik, tetapi banyak yang menilai pendekatan baru ini berhasil.

"Aku ulangi, bro, jangan pernah percaya siapa pun di internet. Terutama Twitter. Film ini benar-benar luar biasa. Siapa pun yang membencinya adalah orang yang berpura-pura dan bukan penggemar Resident Evil. Tontonlah!!! Semoga film ini memecahkan rekor box office agar Zach bisa membuat sekuelnya. Inilah yang dibutuhkan franchise Resident Evil," kata @m4nogaming.

"Finally! Resident Evil punya film yang beneran film bagus. Bukan jadi movie superhero apocalypse, bukan sembarang cosplay, bukan juga cameo fest," kata @pap_kill.

"Saya baru saja selesai menonton film Resident Evil-apa yang bisa saya katakan, ini film yang fantastis, jauh berbeda dari film-film komersial murahan yang hanya mengejar keuntungan! Salah satu film terbaik tahun ini, dan tanpa diragukan lagi adaptasi terbaik dari seri Resident Evil-tidak ada tandingan," puji @Dothir.

"Baru saja selesai main Resident Evil yang baru. Game ini tidak hanya mengambil inspirasi dari trilogi aslinya, tetapi juga elemen dari Resident Evil 7 dan Village. Game ini lebih menekankan sensasi yang KITA rasakan sebagai orang biasa yang kewalahan oleh kengerian, daripada menempatkan kita sebagai pahlawan yang sudah mapan. Saya sangat menyukainya," kata @ladolcevolk.

Di sisi lain, @Eduardo_DSales menyampaikan kekecewaannya. "Kekecewaan dalam hidup: Resident Evil: Zero Night. Saya dengan naif mengira karena Zach Cregger adalah sutradaranya, game ini akan berjalan dengan baik, tetapi... Semua orang bertindak seperti orang bodoh, membuat keputusan terburuk yang mungkin. Tokoh protagonisnya tidak tertahankan."

"Saya sudah menonton film Resident Evil. Itu jelas pilihan yang tepat. Tidak ada adaptasi yang dipaksakan dan dibuat dengan buruk. Jika Anda mencari film yang setia pada aslinya, film ini pasti tidak akan memikat Anda. Namun, film ini benar-benar mewakili esensi Resident Evil dalam hal bertahan hidup. Semuanya penuh ketegangan dan komedi," ujar @Raysnakeyes.

Posisi di Franchise Resident Evil

Sejak mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 16 September 2026, film ini terus menarik perhatian penggemar game buatan Capcom tersebut. Sambutan awal menunjukkan pendekatan cerita original yang berani mampu bersaing dengan adaptasi sebelumnya yang lebih setia pada materi sumber.

Sumber: inet.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks