KILASKINI.COM — Toyota bZ4X Touring resmi diperkenalkan di GIIAS 2026 dengan bodi 4.830 mm, baterai 74,69 kWh, dan harga Rp889 juta OTR Jakarta. Varian ini mengubah karakter bZ4X standar jadi lebih praktis lewat bagasi di atas 1.000 liter dan roof rail 80 kg, tapi harga segini langsung berhadapan dengan sejumlah SUV listrik premium lain di pasar Indonesia.
Toyota Astra Motor memperkenalkan bZ4X Touring pada ajang GIIAS 2026. Model ini bukan sekadar bZ4X standar dengan aksesori tambahan — dimensinya benar-benar dibuat lebih panjang, dengan panjang keseluruhan mencapai 4.830 mm.
Perubahan proporsi itu menggeser posisi bZ4X Touring dari sekadar SUV listrik keluarga menjadi kendaraan yang menggabungkan kepraktisan wagon dengan kemampuan SUV. Harga yang dipasang di Indonesia adalah Rp889 juta OTR Jakarta.
Dimensi Bertambah, Ruang Kabin dan Bagasi Ikut Lega
Penambahan panjang bodi berdampak langsung ke ruang kabin dan area kargo. Toyota mengklaim kapasitas bagasi bZ4X Touring menembus 1.000 liter, angka yang jauh di atas rata-rata SUV listrik di kelasnya.
Ada juga roof rail dengan kemampuan menahan beban hingga 80 kg. Buat pengguna yang sering membawa sepeda, carrier, atau perlengkapan camping, fitur ini menambah fleksibilitas yang jarang ditemukan di mobil listrik sekelasnya.
Penggerak AWD dan Baterai 74,69 kWh
Dari sisi dapur pacu, bZ4X Touring dibekali sistem penggerak All-Wheel Drive. Tenaga disalurkan ke seluruh roda, memberi karakter berkendara yang lebih stabil di berbagai kondisi permukaan jalan.
Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 221–224 hp atau setara 167 kW. Baterai berkapasitas 74,69 kWh diklaim mampu menempuh jarak 487 hingga 585 km, tergantung kondisi dan metode pengujian yang digunakan.
Untuk pengisian daya, Toyota menyematkan dukungan DC fast charging hingga 150 kW. Dengan fasilitas pengisian cepat yang kompatibel, waktu pengisian bisa dipangkas cukup signifikan.
Tampilan Luar: Over Fender dan Pelek 20 Inci
Karakter Touring dipertegas lewat over fender dan bagian bawah bumper berwarna hitam dove. Elemen ini membuat bZ4X Touring tampil lebih kokoh dan tidak terlihat seperti wagon listrik konvensional.
Pelek alloy berukuran 20 inci berkelir hitam dipadukan dengan spion senada. Untuk pilihan warna, Toyota menyediakan Crystal White Pearl, sementara beberapa pilihan warna global lain mencakup Brilliant Bronze Metallic dan Magnetite Grey Metallic.
Interior Gelap dengan Sentuhan Warna Alam
Masuk ke kabin, bZ4X Touring mengusung nuansa interior gelap yang memberi kesan elegan. Toyota menghadirkan kombinasi warna terinspirasi alam, seperti perpaduan hitam dan khaki.
Pendekatan ini konsisten dengan positioning model sebagai kendaraan listrik yang siap dipakai untuk perjalanan jauh dan aktivitas harian, bukan sekadar mobil listrik untuk pemakaian dalam kota.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan
Harga Rp889 juta menempatkan bZ4X Touring di segmen yang padat. Di rentang harga itu, calon pembeli punya cukup banyak opsi SUV listrik premium, baik dari merek Eropa maupun China, yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda.
Klaim jarak tempuh 487–585 km juga perlu dibaca dengan catatan. Rentang sebesar itu bergantung pada metode pengujian, dan angka real-world biasanya lebih rendah, terutama kalau AC dipakai penuh dan rute didominasi jalan tol berkecepatan tinggi.
Soal kepraktisan, bagasi di atas 1.000 liter dan roof rail 80 kg memang nilai jual utama bZ4X Touring. Dua fitur itu jarang dimiliki pesaing di kelas harga yang sama, jadi masuk akal kalau Toyota menyorotnya sebagai pembeda.
Kesimpulan
Toyota bZ4X Touring menawarkan pendekatan berbeda terhadap mobil listrik. Model ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga membawa konsep kendaraan listrik yang lebih siap untuk perjalanan jauh dan aktivitas sehari-hari.
Kombinasi bodi panjang, sistem AWD, baterai 74,69 kWh, dan ruang penyimpanan besar membuatnya relevan bagi pengguna yang butuh mobil listrik fungsional. Tapi dengan harga Rp889 juta, keputusan akhir tetap bergantung pada seberapa besar bobot kepraktisan dibanding faktor lain seperti jangkauan layanan purna jual dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di sekitar tempat tinggal calon pembeli.