KILASKINI.COM — Suzuki Motor Corporation mendaftarkan paten desain mobil listrik mungil yang diduga e Sky di pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI dengan nomor permohonan A00202604867. Sketsa yang terdaftar menampilkan bodi kotak khas kei car, menyerupai e Sky yang diperkenalkan di Jepang pada Agustus 2026. Suzuki Indonesia belum memberi keterangan resmi soal pendaftaran ini.
Pendaftaran paten ini pertama kali terungkap dari penelusuran pada pangkalan data DJKI. Dalam dokumen tersebut, sketsa mobil kecil berbentuk boxy terdaftar atas nama Suzuki Motor Corporation yang bermarkas di Jepang. Bentuk depannya menyerupai e Sky, mulai dari lampu utama, logo di sisi tengah, hingga grill kecil pada sisi bumper bawah.
e Sky sendiri merupakan kei car listrik penumpang pertama Suzuki. Model ini diperkenalkan di Jepang pada Agustus 2026 sebagai versi produksi dari konsep Vision e Sky yang dipamerkan di Japan Mobility Show 2025.
Dimensi Mengikuti Standar Kei Car Jepang
Berkaca dari data Vision e Sky, mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Ukuran itu masuk kategori kei car, segmen kendaraan mungil yang populer di Jepang karena pajaknya ringan dan cocok untuk jalan sempit perkotaan.
Desainnya mempertahankan bentuk bodi kotak seperti versi konsep. Lampu depan dan belakang memakai LED dengan DRL berbentuk huruf C yang jadi ciri khasnya. Area depan dilengkapi kamera di grille, sementara bagian belakang punya wiper, kamera, dan rear spoiler.
Dua Layar Digital dan Fitur V2L
Kabinnnya dibekali dua layar digital, masing-masing di tengah dasbor dan di depan pengemudi. Fitur lain mencakup automatic climate control serta Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil menyuplai listrik ke perangkat eksternal. Tombol pengoperasian tersedia di setir, sedangkan tuas pemilih mode berkendara ditempatkan pada dasbor.
Soal jarak tempuh, mobil ini diklaim mampu menempuh hingga 310 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka itu tergolong kompetitif untuk kelas kei car listrik yang mayoritas dipakai untuk mobilitas harian dalam kota.
Belum Ada Spesifikasi dan Harga Resmi
Hingga kini, peluncuran e Sky belum dilakukan di Jepang. Spesifikasi final dan harga resminya juga belum dirilis Suzuki. Artinya, paten di Indonesia ini masih sebatas pendaftaran desain, belum menjadi sinyal pasti soal jadwal peluncuran di pasar lokal.
Pendaftaran paten desain memang sering jadi langkah awal pabrikan sebelum memasarkan model di suatu negara. Namun, tidak semua paten berujung pada peluncuran komersial. Suzuki Indonesia belum berkomentar soal paten mobil diduga e Sky yang telah terdaftar dalam sistem DJKI tersebut.
Jika benar masuk Indonesia, e Sky akan bersaing di segmen mobil listrik mungil yang kini mulai ramai diisi merek-merek asal China. Harganya nanti akan jadi penentu utama apakah model ini bisa diterima konsumen lokal.