Pencarian

Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Setop Operasi, 200 Penumpang Terlantar di Kamboja

Kamis, 29 Oktober 2026 • 11:41:01 WIB
Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Setop Operasi, 200 Penumpang Terlantar di Kamboja
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey bersandar di Sihanoukville, Kamboja, setelah operator menghentikan pelayaran keliling dunia.

KILASKINI.COM — Sekitar 200 penumpang kapal pesiar Villa Vie Odyssey terpaksa turun di Sihanoukville, Kamboja, setelah operator asal Amerika Serikat menghentikan pelayaran keliling dunia akibat lonjakan harga bahan bakar. Perusahaan meminta penumpang meninggalkan kapal pada Selasa (29/10/2026) pukul 14.00 waktu setempat, hanya delapan jam setelah pemberitahuan pukul 06.00. Insiden ini menjadi peringatan bagi traveler yang mempertimbangkan paket pelayaran jangka panjang.

Villa Vie Odyssey, kapal pesiar yang menjalani misi keliling dunia sejak Oktober 2024, menghentikan operasi di Kota Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja. Operator berbasis di Amerika Serikat, Villa Vie Residences, menyatakan keputusan diambil setelah biaya bahan bakar melonjak di sejumlah wilayah Asia.

Lonjakan paling tajam terjadi pada biaya bulanan per kabin, dari US$ 1.800 atau sekitar Rp 30 juta menjadi US$ 8.000 atau sekitar Rp 133 juta. Kenaikan hampir lima kali lipat itu membuat perusahaan menilai pembebanan penuh ke penumpang bukan jalan keluar yang masuk akal.

Kronologi Penghentian di Sihanoukville

Pemberitahuan disampaikan CEO Villa Vie Residences melalui pesan pada pukul 06.00 waktu setempat, Selasa (29/10/2026). Penumpang diminta meninggalkan kapal paling lambat pukul 14.00 hari yang sama.

Pasangan penumpang Lanette Canen dan Johan Bodin mengaku sudah mendengar tanda-tanda kesulitan keuangan perusahaan sebelumnya. Seorang calon investor sempat naik ke kapal untuk due diligence, tetapi kesepakatan investasi batal terwujud.

"Meskipun sudah ada tanda-tanda bahwa hal ini akan terjadi, kami tetap tidak percaya ketika semuanya benar-benar menjadi kenyataan. Kami sangat terpukul. Rasanya seperti mimpi kami telah hancur," kata Canen dan Bodin.

Suasana perpisahan berlangsung emosional. "Banyak pelukan dan air mata ketika tamu kapal saling mendukung dan berusaha menerima apa yang telah terjadi," ujar pasangan itu.

Beban Biaya Bahan Bakar yang Membengkak

Villa Vie Residences menyebut telah memperlambat laju kapal dan memperpanjang waktu singgah di pelabuhan untuk menekan konsumsi bahan bakar. Upaya itu tidak cukup menutup selisih biaya.

"Membebankan seluruh kenaikan biaya kepada para tamu kapal pesiar bukanlah solusi yang realistis," kata perusahaan seperti dilansir BBC.

Perusahaan berencana memakai 60 hari ke depan untuk restrukturisasi dan menambah modal. Belum ada hasil pasti dari proses tersebut. Kapal sepanjang hampir 200 meter itu berkapasitas hingga 650 penumpang, dengan rencana awal menjelajahi hampir 150 negara dalam 3,5 tahun.

Penumpang Sempat Diminta Tambah Biaya BBM

Penumpang lain, Holly Hennessey, menyatakan penumpang sebelumnya diminta mempertimbangkan pembayaran biaya tambahan bahan bakar saat harga energi global melonjak. Rencana perjalanan kapal juga dipangkas signifikan.

Sejumlah penumpang memilih turun lebih awal dan melanjutkan perjalanan lewat jalur darat. Kini mereka tersebar di beberapa hotel di Sihanoukville dan menunggu perkembangan lanjutan dari operator.

"Sihanoukville bukan tempat yang pernah saya bayangkan akan menjadi lokasi untuk menghabiskan banyak waktu," kata Hennessey kepada BBC dari Kamboja.

Kendala Meninggalkan Sihanoukville

Canen dan Bodin menilai Sihanoukville sulit ditinggalkan karena jaraknya cukup jauh dari bandara internasional besar. Faktor ini memperumit rencana kepulangan penumpang, terutama yang tidak menyiapkan anggaran darurat.

Sebagai catatan, Sihanoukville dalam beberapa tahun terakhir berkembang sebagai pusat kasino China dan jaringan pusat penipuan daring, berbeda dari citra kawasan pantai sepi yang melekat sebelumnya.

Pelajaran untuk Traveler Pelayaran Jangka Panjang

Insiden Villa Vie Odyssey memperlihatkan risiko paket pelayaran multi-tahun yang bergantung pada satu operator. Sebelum membeli paket serupa, traveler sebaiknya memeriksa rekam jejak keuangan operator, klausul pembatalan, dan skema perlindungan konsumen.

Siapkan pula dana cadangan untuk tiket pulang mendadak, terutama jika titik turun berada jauh dari bandara internasional. Untuk informasi terkini soal status operasi dan kompensasi penumpang, konfirmasi langsung ke Villa Vie Residences atau Kedutaan Besar RI di Phnom Penh.

Sumber: travel.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks