KILASKINI.COM — BYD Group mencatat penjualan 46.700 unit kendaraan listrik di Indonesia sepanjang Januari–September 2026. Angka itu menempatkan BYD sebagai pemimpin pasar EV nasional untuk tahun keempat berturut-turut. Pangsa pasar mobil listrik nasional pun melonjak dari bawah 1 persen pada 2022 menjadi di atas 26 persen pada 2026.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia Pramita Sari menyampaikan capaian penjualan tersebut di Makassar, Kamis. Menurut Pramita, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat dan BYD masih memimpin pasar mobil listrik hingga tahun keempat kehadirannya di Indonesia.
Dari Bawah 1 Persen ke Atas 26 Persen dalam Empat Tahun
Pramita memaparkan, saat mobil listrik mulai muncul di Indonesia pada 2022, penjualan EV masih kurang dari 1 persen dari total pasar. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2026, angkanya sudah melampaui 26 persen.
"Sebelum BYD hadir, pangsa pasar EV nasional masih di bawah 1 persen. Hari ini, berkat kepercayaan masyarakat, pangsa pasar EV nasional telah melampaui 26 persen. Di Sulawesi sendiri, lebih dari 1.100 keluarga telah mempercayakan mobilitasnya kepada BYD," kata Pramita.
Dia menilai kehadiran BYD turut mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan secara signifikan di Tanah Air. Lompatan pangsa pasar itu jadi indikator paling konkret bahwa pasar EV domestik tidak lagi berada di fase awal.
Lebih dari 1.100 Keluarga di Sulawesi Pakai BYD
Di luar angka nasional, Sulawesi mencatat lebih dari 1.100 keluarga yang menggunakan kendaraan BYD. Jumlah itu disebut Pramita sebagai bentuk kepercayaan konsumen daerah terhadap produk BYD.
Pernyataan tersebut disampaikan di Makassar, kota yang menjadi titik penyebaran pasar BYD di kawasan timur Indonesia. Angka 1.100 keluarga memberi gambaran bahwa penetrasi EV tidak hanya terkonsentrasi di Jawa.
Strategi Pure EV dan Dual Mode Jadi Kunci Ekspansi
BYD menyiapkan dua jalur teknologi untuk mempercepat transformasi energi baru di Indonesia, yakni Pure EV dan Dual Mode (DM). Teknologi Pure EV mengandalkan tenaga listrik sepenuhnya, sementara Dual Mode menggabungkan mesin pembakaran dengan sistem listrik.
Dua pendekatan itu memberi konsumen pilihan sesuai pola pemakaian dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di wilayahnya. Strategi tersebut juga memperlebar jangkauan BYD ke segmen pengguna yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni.
Dengan capaian 46.700 unit sampai September, BYD berada di jalur kuat untuk menutup 2026 sebagai pemimpin pasar EV Indonesia. Pasar mobil listrik nasional yang kini di atas 26 persen menjadi ukuran seberapa jauh pergeseran konsumen berlangsung dalam empat tahun terakhir.