KILASKINI.COM — Sebanyak 90 persen perkembangan otak anak berlangsung pada usia 0-5 tahun, dan asupan gizi yang tidak memadai bisa berdampak permanen. Melalui program sosialisasi dan pemberian asupan nutrisi di tiga gampong Banda Aceh, ibu-ibu diajak memahami MPASI, gizi ibu hamil, hingga peran Posyandu untuk mencegah stunting.
Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, kembali menginisiasi program sosialisasi dan pemberian asupan nutrisi untuk anak. Kegiatan menyasar warga di tiga gampong, yaitu Gampong Laksana, Gampong Lampulo, dan Gampong Lamdingin, dengan melibatkan Dinas Kesehatan Banda Aceh serta narasumber dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Aceh.
Warga datang membawa balita dan bayi, mengikuti sesi edukasi, lalu pulang membawa satu talam bekal nutrisi berisi buah-buahan, sayur-sayuran, dan telur. Program ini bukan sekadar pembagian makanan tambahan, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak Banda Aceh mendapat hak dasar berupa gizi cukup dan pendampingan tumbuh kembang.
Mengapa Usia 0-5 Tahun Sangat Menentukan
Farid Nyak Umar menekankan bahwa 90 persen perkembangan otak anak terjadi pada usia 0-5 tahun. Jika asupan gizi tidak memadai di masa ini, dampaknya bisa permanen dan sulit diperbaiki di kemudian hari.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan. Kondisi ini menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan masa depan generasi. Orang tua perlu memahami bahwa pemenuhan gizi di masa emas anak adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar rutinitas harian.
MPASI dan Edukasi Gizi untuk Ibu di Tiga Gampong
Dalam kegiatan ini, pemateri memberikan sosialisasi tentang MPASI dan edukasi gizi kepada ibu yang memiliki bayi dan balita. Narasumber yang hadir antara lain Meiliza di Posyandu Harapan Ibu Gampong Laksana, dr Khairunnisa, M. Gizi, Sp. GK di Posyandu Cahaya Mata Gampong Lampulo, serta dr. Nanda, Sp. OG dan dr Bengi Muthmainnah di Posyandu Melati Gampong Lamdingin.
Materi MPASI menjadi penting karena banyak ibu masih bingung soal tekstur, porsi, dan variasi bahan makanan yang tepat untuk bayi di atas 6 bulan. Edukasi langsung seperti ini membantu ibu memahami kebutuhan gizi anak sesuai tahap usianya.
Kesehatan Ibu, Kunci Generasi yang Lebih Kuat
Farid juga menegaskan bahwa tidak ada anak yang sehat tanpa ibu yang sehat. Kesehatan ibu disebut sebagai titik awal seluruh siklus kehidupan. Ibu yang mendapat pendampingan kehamilan, edukasi gizi, dan dukungan psikologis akan melahirkan generasi yang lebih kuat.
Karena itu, perhatian penuh diberikan pada pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan rutin di posyandu, serta edukasi pola makan sehat dan kebersihan lingkungan. Pendampingan emosional dan sosial bagi ibu juga dinilai sama pentingnya, karena kesehatan mental ibu memengaruhi tumbuh kembang anak.
Peran Posyandu dan Kader yang Menjaga Masa Depan Anak
Posyandu menjadi ruang aman bagi ibu untuk bertanya, belajar, dan mendapat layanan dasar kesehatan. Di sinilah kepedulian pemerintah dan masyarakat bertemu. Melalui posyandu, pemantauan berat badan dan tinggi anak, pemberian imunisasi, edukasi gizi keluarga, serta deteksi dini risiko kesehatan ibu dan anak bisa dilakukan secara rutin.
Farid memberikan penghargaan tinggi kepada para kader Posyandu. Menurutnya, mereka bukan hanya relawan, tetapi penggerak perubahan perilaku kesehatan di masyarakat. Sebagai Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, ia berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran kesehatan ibu dan anak, memperkuat Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
Yang Perlu Ibu Perhatikan soal Gizi Anak
Jika anak menunjukkan tanda berat badan tidak naik dalam beberapa bulan, sering lemas, atau sulit makan dalam waktu lama, sebaiknya segera konsultasikan ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini membantu penanganan lebih cepat dan mencegah dampak yang lebih serius.
Pastikan juga ibu hamil dan menyusui rutin memeriksakan diri, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tidak ragu bertanya ke kader posyandu atau tenaga kesehatan. Dukungan keluarga di rumah ikut menentukan keberhasilan pemenuhan gizi anak.
Program nutrisi di Banda Aceh ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak dan kesehatan ibu berjalan beriringan. Dengan edukasi MPASI yang tepat, peran aktif posyandu, dan dukungan lintas sektor, setiap anak punya peluang tumbuh sehat, cerdas, dan kuat sejak masa emasnya.