Pencarian

Menu Kelas Bisnis Garuda Indonesia Dikritik Rhenald Kasali, Minim Kuliner Nusantara

Minggu, 25 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
Menu Kelas Bisnis Garuda Indonesia Dikritik Rhenald Kasali, Minim Kuliner Nusantara
Guru Besar Manajemen UI Rhenald Kasali menyoroti menu kelas bisnis Garuda Indonesia pada penerbangan Narita–Denpasar yang dinilai minim hidangan khas Nusantara.

KILASKINI.COM — Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali menyoroti menu kelas bisnis Garuda Indonesia yang dinilai minim hidangan khas Nusantara. Kritik disampaikan lewat unggahan Instagram @rhenald.kasali pada 23 Oktober 2026, setelah terbang dari Narita, Jepang, menuju Denpasar, Bali, pada 21 Oktober. Bagi traveler yang terbang ke Bali, pilihan sajian Nusantara di pesawat dinilai belum mencerminkan kekayaan kuliner daerah tujuan.

Rhenald Kasali mengunggah pengalaman penerbangannya ke media sosial dan menyoroti buku menu Business Class Garuda Indonesia. Menurutnya, daftar hidangan dalam penerbangan Narita–Denpasar itu belum banyak menampilkan cita rasa kuliner Tanah Air. Ia membandingkan pilihan yang tersedia dengan potensi sajian daerah yang bisa diangkat.

Menu Internasional di Rute Menuju Bali

Buku menu yang diperlihatkan Rhenald memuat sejumlah hidangan internasional, antara lain Vietnamese Chicken with Sweet and Sour Sauce dan Japanese Set Menu. Ia memaklumi keberadaan menu Jepang karena pesawat berangkat dari Tokyo. Persoalannya, ia mempertanyakan minimnya pilihan makanan khas Indonesia untuk penumpang yang hendak mendarat di Bali.

"Menu makan siang (khas) Jepang memang bisa dimaklumi karena pesawat membawa penumpang dari Tokyo. Namun, tidak ada nasi Bali, apalagi sei sapi atau kuliner khas Indonesia yang menggugah selera," tulis Rhenald dalam unggahannya.

Kuliner Daerah yang Dinilai Layak Naik Kelas

Rhenald menyebut sejumlah hidangan daerah yang menurutnya layak diperkenalkan kepada penumpang. Mulai dari ayam betutu khas Bali hingga sei sapi. Ia juga mempertanyakan mengapa pilihan yang muncul justru Vietnamese Chicken with Sweet and Sour Sauce, bukan ayam tangkap khas Aceh atau ayam betutu khas Bali.

"Kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas dan promosi sebuah negara," tulisnya.

Pandangan itu masuk akal dari sisi promosi wisata. Penumpang yang terbang menuju Bali menerima kesan pertama soal destinasi sejak berada di kabin. Sajian daerah di pesawat bisa menjadi pembuka pengalaman wisata, bahkan sebelum pesawat mendarat.

Pelayanan Kru Tetap Diapresiasi

Di tengah kritik soal menu, Rhenald memberi penilaian positif pada aspek lain penerbangan. Ia menilai kru pesawat memberikan pelayanan dengan baik dan kondisi kabin bersih.

"Terlepas dari itu, saya memberi jempol atas pelayanan para kru dan kebersihan pesawat. Meski bukan kuliner Indonesia, chef-nya pintar dan masakannya pun enak," tulis Rhenald.

Garuda Indonesia Sudah Perkenalkan Menu Nusantara

Tiga hari sebelum unggahan Rhenald, Garuda Indonesia memperkenalkan sejumlah pilihan menu Nusantara untuk penumpang Business Class lewat akun Instagram resminya. Salah satunya siomay tenggiri yang disajikan dalam penerbangan dari Jakarta menuju Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Garuda juga menawarkan gohyong ayam yang disebut sebagai hidangan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi.

detikTravel telah menghubungi Garuda Indonesia untuk meminta tanggapan atas penilaian Rhenald. Hingga berita ini ditulis, maskapai pelat merah itu belum memberikan respons.

Kenapa Isu Ini Relevan bagi Traveler

Bagi penumpang yang merencanakan penerbangan internasional ke Indonesia, pilihan menu di kabin kerap jadi bagian dari pengalaman perjalanan. Maskapai nasional memiliki peluang menjadikan sajian Nusantara sebagai etalase budaya. Menyajikan kuliner daerah pada rute internasional dinilai dapat memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Traveler yang ingin memastikan pilihan menu sebelum terbang sebaiknya memeriksa informasi resmi maskapai atau menghubungi layanan pelanggan. Ketersediaan menu bisa berbeda tergantung rute, kelas, dan waktu penerbangan.

Sumber: travel.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks